Pemprovsu Akan Terus Pantau Ketersedian Bahan Makanan dan Harga, Agar Tidak Naik Dalam Menyambut Natal dan Tahun Baru

26

MEDAN ketikberita.com | Kita mengundang Kabupaten Kota dalam rangka bagaimana mereka bisa menyusun Program Integrasi pengendalian Inflasi, karena pengendalian Inflasi itu penting supaya kita bisa melihat dan memastikan harga-harga keterjangkauan, baik ditingkat Produsen Petani ataupun di tingkat Produsen secara luas.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi juga Inflasi yang tinggi, akan menggerus Pertumbuhan Ekonomi itu sendiri, bahkan bisa menjadi membuat pendapatan berkurang dan tingkat kemiskinan juga semakin tinggi.

Jadi peran Pemerintah itu akan terus memantau akan mengendalikan Inflasi, dan bagaimana cara mengendalikan Inflasi ada 4 acaranya. 1. Memastikan ketersediaan makanan, jadi penyebabnya terjadinya Inflasi itu dari makanan. Misalnya makanan itu seperti cabe, kita lihat juga dan memastikan kebutuhan cabe itu berapa. Dan kita juga harus memastikan berapa yang harus kita suplai kebutuhan Cabe tersebut.

Kita ajak Dinas Pertanian untuk bisa ngajak masyarakat untuk bisa menanam Cabe itu. Kalau seandainya masih kurang kita bisa berpikir ambilnya dari buah. Jadi ketersediaan Suplai harus dijaga. Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumut Dr Naslindo Sirait SE MM usai acara di Hotel Garuda Selasa (24/11/2021).

Lanjut Naslindo Sirait yang ke-2 adalah soal keterjangkauan, yaitu barang ada tapi harganya tinggi. Kenapa tinggi, karena ada permainan dan pantai pasok yang sangat panjang harus di Potong. Sehingga tidak banyak Biaya Rate-nya. Jadi harga bisa kita jangkau. Yang Ke-3 adalah perlunya kerjasama, jika Komuditas itu minus, kita bisa kerjasama dengan daerah lain. Sehingga yang kebutuhan Suplus bisa memenuhi yang minus. Yang terakhir ke-4 adalah kita Berkomunikasi dengan yang baik dan Efektif, yaitu Komunikasi secara Feedback.

Maksudnya kita melakukan komunikasi 2 arah, antara Pemerintah dengan para Stakeholder, seperti sekarang harga minyak goreng naik. Kebetulan saya mengundang Produsen Minyak Goreng di Sumut seperti Wilmar dan Musimas, Pemerintah menyuruh kepada Wilmar dan Musimas, agar tolong dibantu harganya supaya tidak naik, agar harga Minyak Goreng ini tidak membebani Pelaku Usaha.

Khususnya mereka berusaha Kuliner dengan alat bantunya minyak Goreng. Akhirnya Perusahaan Wilmar dan Musimas akhirnya sepakat melakukan Operasi Pasar Murah. Mereka memberikan harga Minyak Goreng kepada Pelaku Usaha menjadi murah.

Ditanya wartawan tentang menyambut “Nataru” atau Natal dan Tahun Baru apakah Kebutuhan Bahan Pokok masih Stabil atau Suplus. Naslindo menjawab untuk Nataru ini posisi kebutuhan 9 bahan Pokok dan Harganya masih terjaga. Hanya saja Kebutuhan Minyak Goreng khusus dalam kurun 2 bulan ini mengalami Eskalasi harga sedikit melonjak. Kalau kebutuhan yang lain masih normal. Dan akan terus kita pantau baik itu ketersediannya maupun harganya.

Jangan sampai ada Oknum-oknum yang nakal, mencari keberuntungan dan keuntungan harga menyambut Natal dan Tahun Baru tersebut. Musim hujan beberapa waktu yang lalu, Holtikultura lagi sedang panen, dan untuk Suplai masih terjaga. Jadi kami mengharapkan kepada masyaraka agar selalu “Belanja Bijak”, artinya belanja sesuai kebutuhannya. Jangan sampai masyarakat berbelanja berlebihan. (SAID KAMAL S.SOS/DEWAK)