Pemko Medan Dukung Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Budidaya Sayuran Pekarangan Selaras Alam

96

MEDAN ketikberita.com | Pemko Medan sangat menyambut baik tawaran pengelolaan sampah rumah tangga dan budidaya sayuran pekarangan selaras alam dalam mendukung ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19 di Kota Medan. Sebab, kegiatan yang diinisiasi Yayasan Perisai Srikandi Juang tersebut sangat membantu Pemko Medan dalam menangani permasalahan sampah. Sebab, persoalan sampah merupakan salah satu program prioritas Pemko Medan yang akan dituntaskan.

“Pemko Medan menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Sebab, sampah diolah sehingga memberikan manfaat. Dengan begitu sampah yang dihasilkan tidak seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman ketika menghadiri Presentase Rencana Kegiataan Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Budi Daya Sayuran Pekarangan Selaras Alam di Balai Kota Medan, Senin (7/2).

Diungkapkan Wiriya, setiap harinya Kota Medan menghasilkan sampah sebanyak 2.000 ton. Oleh karenanya melalui kegiatan itu, imbuhnya, bisa mengedukasi masyarakat sehingga sampah rumah tangga yang dihasilkan dapat dikelola. Sebab, ungkapnya, Medan saat ini tinggal memiliki 1 TPA lagi di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

“Saat ini kapasitas TPA Terjun untuk menampung sampah tinggal dua atau tiga tahun lagi, sedangkan TPA Namo Bintang sudah penuh. Kita sudah membebaskan lahan di Desa Telun Kenas, Kabupaten Deliserdang untuk TPA dengan menggunakan sistem sanitary landfill nanti. Jadi, persoalan sampah bukan main-main bagi Kota Medan,” jelasnya.

Diungkapkan Wiriya, sudah banyak pihak yang menawarkan kerjasama pengelolaan sampah dengan Pemko Medan. Yang saat ini sudah berjalan, paparnya, pengelolaan sampah menggunakan metode bioteknologi dengan teknologi Advanced Land Fill Minning With Material & Energy Recovery (ALFIMER) di TPA Terjun yang mengubah sampah menjadi pupuk.

“Untuk pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik sudah banyak yang datang, namun belum ada yang terealisasi,” paparnya didampingi Asisten Ekbang Khairul Syahnan, Kadis Lingkungan Hidup Zulfansyah Ali Syahputra dihadapan para camat serta perwakilan OPD terkait yang mengikuti presentase tersebut.

Dalam persentase tersebut, Amelia SP MSi dari Yayasan Perisai Srikandi Juang memaparkan pengelolaan sampah rumah tangga dan budidaya sayuran pekarangan selaras dalam mendukung ketahanan pangan pada masa Covid-19. Dikatakan Amelia, tujuan kegiatan ini untuk mendorong masyarakat mampu mengelola sampah menjadi eco enzim dan pupuk organic, sampah plastik menjadi ecobrick sebagai bahan matras dan kursi minimalis. Serta sampah lainnya seperti kertas dan jelantah dapat dikumpulkan untuk dijual.

Selain itu, imbuh Amelia, juga mendorong masyarakat untuk mampu mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan kebun sayuran pekarangan alam (menuju organik) dengan menggunakan bahan dari sampah seperti pupuk organik cair dan eco enzim serta sisa kemasan. “Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk mengurangi penggunaan kemasan (single used plastic),” harap Amelia. (er)