Pemkab Aceh Tamiang Ikuti Rakor Evaluasi PPKM Berbasis Mikro Secara Virtual

165

ACEH TAMIANG ketikberita.com | Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengikuti Rapat Koordinasi Forkopimda Aceh dan Kabupaten Kota dengan tema Evaluasi PPKM berbasis Mikro secara Virtual, bertempat di Ruang Rapat Bupati Aceh Tamiang pada Selasa (25/05/21) sekira pukul 09.00 wib. Rakor tersebut diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, mengikuti Rakor tersebut.

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Aceh telah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam Level Mikro.

Ia menjelaskan bahwa PPKM adalah kebijakan Pemerintah Indonesia sejak awal tahun 2021 untuk menangani Pandemi Covid-19 di Indonesia umumnya, di Aceh khususnya.

Ia berharap dengan adanya PPKM ini dapat meningkatkan koordinasi kita dalam peningkatan penangan Covid diseluruh daerah. Sementara itu, posko PPKM berbasis mikro Pemerintah Aceh telah dibentuk dengan berpusat di Gedung BPBA.

“Perlu diketahui bahwa sejak Ramadhan lalu para jajaran SKPA secara bergilir menyuplai makanan untuk sahur dan berbuka puasa bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien dan ini merupakan bentuk solidaritas yang konkrit kepada sesama sejawan yang sedang bekerja keras di garis terdepan. Kami selalu melakukan pemantauan agar para tenaga kesehatan tetap semangat, ikhlas dan tegar dalam menjalankan tugasnya,” terangnya.

“Harapan kami berbagai perkembangan terkait pelaksanaan PPKM Mikro di wilayah Kab/Kota dapat melaporkan secara seksama langsung ke substansi dan secara terukur sebagai bahan evaluasi dalam pelayanan kedepan. Saat ini Aceh merupakan salah satu dari 15 provinsi yang mendapat perhatian dari presiden. Oleh karenanya saya meminta perhatian semua pihak karena saya khawatir ada dugaan covid 19 akan meningkat,” ujarnya.

Selanjutnya terkait vaksinasi, Ia mengatakan bahwa vaksinasi bagi tenaga kesehatan sudah mencapai 90 persen. Sementara itu, target vaksinasi harus segera dikejar sesuai waktu yang ditentukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Saat ini, Kita juga masih menghadapi tantangan bagaimana kita bisa terus menyakinkan kelompok masyarakat untuk bersedia divaksin. Menyadarkan masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan dengan menerapkan 3M juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu upaya sosialisasi dan edukasi harus terus dilakukan dan ini tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua stakeholder saja, namun perlu kerjasama dan kolaborasi semua pihak,” paparnya kemudian.

Sebelum mengakhiri arahannya, Nova memberi apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada unsur Forkopimda Aceh dan seluruh jajaran atas kerja keras yang selama ini telah dilakukan, mulai dari mengawal penerapan protokol kesehatan dan mengawal pemberlakukan PPKM.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kepada seluruh Bupati dan walikota serta seluruh forkopimda didaerah masing-masing yang telah menjalankan PPKM mikro di daerah. Meskipun ditengah keterbatasan anggaran, peralatan, personil dan lainnya, Ia menghimbau untuk tetap aktif menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya pemaparan dari pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki terkait pelanggaran protkes, update covid, penangan dan harapan, yang dilanjutkan dengan pemaparan dari Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada yang menjelaskan terkait angka angka kesembuhan di Aceh masih dibawah rata Nasional maupun rata-rata dunia sementara itu angka meninggal diatas rata nasional dan dunia.

Rapat dilanjutkan dengan diskusi bersama dan saling memberikan informasi dan situasi dan keadaan di daerah masing-masing.

Sebelum menutup rapat, Bapak Gubernur menyampaikan beberapa poin penting kepada Aparatur Pemerintah, TNI, Polri dan lainnya bahwa penanganan dan treatment dalam wabah covid, bingkai kita adalah Satgas yang mana didalamnya ada Pemerintah Provinsi, Kecamatan, Pemerintah Pusat, dan stakeholder lainnya dan tidak bisa kerja secara parsial sendiri-sendiri.

“Kedepannya rapat teknis ini Saya harap dapat dilakukan setiap Minggu dan waktunya akan ditentukan oleh Pak Sekda dan dapat dihadiri oleh Kepala Daerah. Pola rapatnya pun agar bisa terukur dan bisa di skor hasilnya. Selain itu Saya minta masing-masing Satgas bertanggungjawab terhadap internalnya,” ujarnya.

Ia juga sepakat pada tanggapan Pangdam dan Kapolda sebelumnya bahwa rumah tangga menjadi benteng untuk mencegah Covid dan peran ibu dirasa sangat penting yang sosialisasinya bisa dilakukan melalui Dekranas dan juga PKK.

“Kita akan coba melakukan gerakan yang lebih terumuskan dengan baik secara bersama-sama, mungkin akan dilakukan di 4 Kabupaten/Kota terlebih dahulu yang angka positifnya lebih besar yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie dan Lhokseumawe. Suka atau tidak tapi kita saat ini sedang mengemban amanah dan menjadi garda terdepan untuk pencegahan dan memutuskan mata rantai Covid-19,” ujarnya. (ABS)