Pemilik Akun Facebook Moardoo Dilapor Kepolisi

68

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Wanita cantik pakai kacamata asal Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) didampingi keluarga mendatangi Polres Sergai. Kedatangan perempuan berusia 20 tahun berinisial KN ini ke Polres Sergai melaporkan akun Facebook Moardoo dengan surat lapor tertanggal Senin, (28/9/2020) sekira pukul 15.30 Wib, dengan Nomor STTLP/186/IX/2020/SU/RES SERGAI dan sesuai Laporan Polisi: LP/384/IX/2020/SU/RES SERGAI.

Laporan tersebut dibuat kata KN, karena orang yang menggunakan akun Facebook Moardoo itu telah menshare (bagikan) video rekaman bagian bentuk tubuh saya ke media sosial tanpa seizin. Video tersebut direkam juga tanpa sepengetahuannya. Dalam video sangat terlihat dengan jelas wajah –wajah yang turut serta menyaksikan saat rekaman bentuk tubuh saya bahkan mereka malah mentertawakannya dengan menuliskan narasi yang menyinggung perasaan.

Sebelum dibuat laporan lanjutnya, pihak keluarga sudah diberikan toleransi kepada pelaku yang merekam dan menshearekan video bentuk tubuh saya untuk meminta maaf. Sedihnya, maaf yang disampaikan ternyata tidak membuat pelaku berhenti bahkan terus menyampaikan hinaan. “Akibat tersebar luas rekaman video tersebut sambung KN, ia menjadi trauma bahkan tidak berani keluar rumah. Ia sangat terhina sekali dengan beredarnya rekaman video bentuk tubuhnya yang telah disebar luaskan.

Ia tidak menyangka bahwa akun facebook Moardoo ini merupakan warga Perbaungan. Diketahuinya identitas pelaku penyebar video atas bantuan teman dan keluarga yang melacak di media sosial. Padahal sebut KN, ia sama sekali tidak kenal bahkan tidak pernah tegur sapa maupun berbuat salah terhadap orang merekam tersebut. Namun kok teganya pelaku menyebar kan hinaan terhadap dirinya. Sungguh tega perbuatan pelaku tersebut.

“Terus terang saya sangat berharap kepada Polres Sergai agar serius menangani kasus ini hingga tuntas dan diberikan hukuman sesuai peraturan yang berlaku sehingga tidak ada lagi wanita yang tidak berdaya menjadi hinaan bagi pelaku.”Ucapnya dengan nada sedih. (AfGans)