Pelaku Kasus Cabul, Keluarga Minta Dihukum Maksimal

221

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Selama dua tahun lebih, kasus pencabulan terhadap anak kandung, inisial HP dan pelakunya tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri, berinisial JW (36),

Kejadian tersebut, terjadi pada tahun 2019 yang lalu dan dilaporkan pada 28 Januari 2019 ke Polres Sergai dengan nomor LP/40/I/2019/SU/RES/SERGAI.

Orangtua dari korban HP, kepada wartawan, Selasa (9/2/2021), pukul 10.00 WIB, di halaman Pengadilan Negeri Serdang Bedagai (PN Sergai), memohon agar Hakim PN Sei Rampah, memvonis maksimal tersangka kasus pencabulan terhadap anaknya.

Kita juga menilai, tuntutan JPU (Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai) dengan memberikan tuntutan 9 tahun penjara, dan bahkan tersangka tidak ditahan sesuai kejahatan yang dilakukan nya, katanya.

“Kita berharap kepada penegak hukum untuk lebih bijak dalam menangani perkara pencabulan terhadap anak di bawah umur, sesuai UU yang berlaku,” ujarnya lagi.

Terpisah, Ketua PN Sei Rampah, Rio Barten TH SH MH dan Humas PN Sei Rampah, Ferdian SH MH saat dikonfirmasi awak media, di ruang utama sidang mengatakan, kasusnya sudah berjalan dan tinggal vonis. Jangan menginter vensi Hakim dan menggiring opini, seolah tidak yakin dengan pengadilan. Hakim memutuskan sesuai fakta diper sidangan, ungkap Ketua Pengadilan.

Kasi Pidum Kejari Sergai saat dikonfirmasi masalah kasus anak itu, pada pekan lalu saat keluarga korban mendatangi Kejari Sergai mengatakan “ini semua sudah ada aturannya dan sesuai UU yang kita lakukan. Bahkan kami sudah mengajukan tuntutan 9 tahun penjara, namun terdakwa melalui kuasa hukumnya melakukan pledoi (pembelaan), setelah dilakukan pemeriksaan selesai”.

Bahkan saat ini persidangan terus berlanjut dan sudah tinggal putusan. Apapun keputusan pengadilan adalah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. Jika masi juga keberatan atas putusan nantinya, masih ada jenjang lain yang bisa dilakukan. Kita akui, memang kasus ini sudah lama, sejak tahun 2019, namun kita tetap mengupayakan agar kasus ini tetap berjalan, paparnya.

Kasi Pidum Kejari Sergai saat disinggung soal tersangka yang tidak ditahan menyampaikan, semua ada aturannya bukan tidak ditahan.

JW (terduga tersangka-red) dilakukan penahanan kota, tegasnya.

“Artinya ada mekanisme dan pertimba ngan yang diberikan yaitu terduga tersangka proaktif dan pada saat persidangan, terduga tersangka selalu hadir dan bahkan saat dimintai keterang an, beliau selalu ada,” beber JR Silaban. (AfGans)