Nurul Hasanudin:  Ekonomi Sumatera Utara Semester I Tumbuh 4,33 Persen, Semester II Naik 2,56 Persen

35

MEDAN ketikberita.com | Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada Semester I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,33 persen dibanding Semester I-2021 (c-to-c). Sedangkan secara q-to-q (Triwulan II-2022 dibanding Triwulan I-2022) tumbuh sebesar 2,56 persen dan secara y-on-y (Triwulan II-2022 dibanding Triwulan II-2021) tumbuh sebesar 4,70 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Nurul Hasanudin, Jumat(5/8/2022).

Lebih lanjut dikatakan Nurul Hasanudin, pada Semester I-2022, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,16 persen.

Sedangkan lapangan usaha yang memiliki peran penting terhadap perekonomian Sumut adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sebesar 5,13 persen; Industri Pengolahan sebesar 1,36 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 6,28 persen; dan Konstruksi sebesar 2,65 persen.

Pandemi Covid-19 pada tahun-tahun sebelumnya berdampak signifikan pada beberapa lapangan usaha. Namun seiring pemulihan ekonomi yang masih berlangsung, pertumbuhan ekonomi secara c-to-c mulai tahun 2022 sudah tumbuh positif seperti Lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 5,36 persen; Transportasi dan Pergudangan 9,16 persen; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 7,83 persen; dan Informasi dan Komunikasi 7,48 persen.

Sementara itu, ekonomi Sumut pada Triwulan II-2022 tumbuh sebesar 2,56 persen dibanding Triwulan I-2022 (q-to-q). Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yaitu sebesar 8,72 persen.

“Lapangan usaha yang memiliki peran penting terhadap perekonomian Sumatera Utara adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 2,02 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 3,61 persen; Industri Pengolahan tumbuh sebesar 1,51 persen; dan Konstruksi sebesar 1,85 persen,” ungkap Nurul Hasanudin, Jumat (5/8).

Dia menyebutkan, struktur PDRB Sumut berdasarkan lapangan usaha atas dasar harga berlaku Triwulan II-2022 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Sumut masih didominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 22,83 persen; diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 19,16 persen; Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 19,12 persen; dan Konstruksi sebesar 13,05 persen. Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Sumatera Utara mencapai 74,16 persen.

Sementara itu, lanjutnya, ekonomi Sumut Triwulan II-2022 dibanding Triwulan II-2021 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 4,70 persen. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 12,10 persen.

Dia menyebutkan, lapangan usaha yang memiliki peran penting terhadap perekonomian Sumut adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sebesar 5,25 persen; Industri Pengolahan sebesar 2,04 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 6,74 persen; dan Konstruksi sebesar 2,80 persen.

“Sejak triwulan II-2021, hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, tidak terkecuali pada lapangan usaha yang terdampak signifikan oleh pandemi Covid-19 seperti Lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 6,62 persen; Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 7,59 persen; dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh sebesar 7,87 persen,” ujarnya.

Komponen PK-P Tumbuh 19,00%

Sementara itu, berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2022 terhadap Triwulan I-2021 (q-to-q) terjadi pada semua Komponen Pengeluaran.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-P sebesar 19,00%; diikuti Ekspor Barang dan Jasa 3,82%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) 3,61%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) 3,06%; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 1,21%. Sementara Komponen Impor Barang Jasa yang merupakan komponen pengurang dalam PDRB tumbuh 6,88%.

“Struktur PDRB Sumut menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku Triwulan II-2022 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Sumut masih didominasi oleh Komponen PK-RT 50,64%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa 41,72%; Komponen PMTB 30,22%; Komponen PK-P 6,47%; Komponen Perubahan Inventori 1,90%; dan Komponen PK-LNPRT 0,85%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran 31,81%,” ungkapnya.

Sementara itu, ekonomi Sumut Semester I-2022 dibanding Semester I-2021 berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang terkontraksi sebesar 0,82 persen.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa 12,34%; diikuti Komponen PK-LNPRT 4,83%; Komponen PK-RT 4,12%; dan Komponen PMTB 3,99%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh 13,23%,” ujarnya. (r/red)