Nunggak Dua Bulan, TV dan Motor Di Ambil Paksa

115
Foto : Ilustrasi

KAB. SERANG (Banten) ketikberita.com | Pengambilan paksa sebuah unit Televisi LED 32 inchi merk Sharp dan Sepeda Motor Matic Honda Beat tahun 2013 yang dilakukan oleh RN bersama rekannya, menimpa Wati warga Kampung Carenang RT 01 / RW 05 Desa Penggalang Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Kepada awak media ketikberita.com, Selasa (12/10/2021) dikediamannya, Wati yang bekerja sebagai buruh pabrik di Nikomas, menceritakan kronologis kejadian dari awal sampai saat dirinya tidak mampu mempertahankan motor dan televisinya, yang diambil paksa oleh RN cs.

“Saat itu dalam keadaan mendesak, saya pinjam uang sebesar 18 juta kepada EK melalui RN untuk keperluan biaya pengobatan Ibu saya yang menderita stroke, dan sebagian lagi uangnya dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” Ungkap Wati.

Lanjut Wati,”Selama 3 bulan saya lakukan angsuran sebesar 2 juta per bulannya, sampai akhirnya di bulan berikutnya saya tidak mampu lagi melakukan angsuran karena terbentur kebutuhan yang lainnya”.

Menurut keterangan Wati, karena angsurannya macet di 2 bulan terakhir, RN mendatangi rumahnya bersama dua orang kawannya, dengan nada tinggi dirinya diberondong banyak pertanyaan.

“Kamu sudah telat 2 bulan gak bayar bayar, kemana ajah kamu”?

“Selama ini mau ngumpet tah dari saya”?

“Selama ini saya udah tolongin kamu,inikah balasanmu,”Kata Wati menirukan ucapan Rn.

“Dia (red – Rn) bawa temen 2 orang, marah-marah, suaranya kencang sampai tetangga pada dengar, saya dan suami malu sama tetangga,”Kata Ibu dari dua orang anak ini.

“Saya dan suami juga merasa terancam, karena mau di santet kalau utangnga tidak di lunasi, gimana ini Kang,”Keluh Wati kepada awak media.

Jepri dan Muhibi dari Ormas PPKRI BN Kabupaten Serang, yang sejak awal menyimak penuturan Wati, memberikan tanggapan atas tindakan yang dilakukan RN bersama rekannya.

“Kami mengecam keras dengan adanya praktek praktek rentenir yang tidak sesuai UU Perbankan dan tidak manusiawi ini,atas dasar kemanusiaan kami akan melakukan pendampingan, membantu masyarakat yang merasa di rugikan dan di intimidasi oleh pihak rentenir,”Kata Jepri.

Jepri meneruskan,”Saya gak habis pikir masa ngutang uang 18 juta harus bayar 32 juta, berapa persen bunga nya?, sedangkan dia (red-Wati) sudah bayar 6 juta, di tambah motor beat tahun 2013 komplit dan TV LED 32 inch, terus dia harus bayar lagi dikasih waktunya hanya satu bulan, apa ga paleng?.

Perlu di ketahui menurut UU Perbankan nomor 1 jo. Pasal 17 tentang pelepasan uang tidak berijin sudah menyalahi prosedur.

Rentenir menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang mencari nafkah dengan membungakan uang atau tukang riba, yang di kenal juga dengan sebutan pelepasan uang atau lintah darat.

Praktek Meminjamkan uang dengan bunga yang mencekik leher ini marak terjadi di lingkungan sekitar kita, ini merupakan masalah sosial yang terjadi di negeri kita dan tentunya sangat merugikan masyarakat. (Tisna)