Muhammad Isya, S.Sos, M.I.Kom, Anak Karyawan Percetakan Suratkabar yang Raih Magister

19

MEDAN ketikberita.com | Tidak ada satupun yang bisa dicapai di dunia ini tanpa izin Allah SWT, karena Dia Maha Kuasa terhadap hambaNya. Kalau Allah ridho dan merahmatinya, sesulit apapun aral rintangan yang menghambat, Insyallah bisa dilalui dengan baik.

Komitmen tersebut diyakini Muhammad Isya, pria berprofesi sebagai jurnalis ini sehingga mampu menyelesaikan kuliah di Pascasarjana/S2 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) yang diwisuda pada Rabu, 30 Juni 2021, di Kampus Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan.

Sebelumnya saat ujian akhir,16 Desember 2020 lalu, Isya, panggilan akrabnya itu berhasil mempertahankan tesisnya dihadapan para dosen penguji dan dosen pembimbing dengan judul tesis: “Peran Uji Kompetensi Wartawan dalam Meningkatkan Profesionalisme Wartawan Anggota Serikat Media Siber Provinsi Sumatera Utara.”

Isya mengatakan, ilmu pengetahuan dengan titel/gelar yang dicapai bukan cuma disandang atau disebut saja, namun ilmu yang diperoleh bermanfaat untuk keluarga, ummat dan bangsa.

“Alhamdulillah, pencapaian gelar Magister Ilmu Komunikasi ini bagi saya suatu rahmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Magister ilmu komunikasi yang saya sandang tentu ada konsekwensinya. Sesuai filsafat ilmu, aksiologinya yaitu untuk diimplementasikan kepada ummat/masyarakat dan bangsa.” ucap Isya, yang juga alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi ’Pembangunan (STIK- P), jurusan Jurnalistik.

Ia juga mengaku, sebelumnya ia tidak membayangkan bisa kuliah di pascasarjana. Kondisi ekonomi yang ‘pas-pasan’ serta membagi waktu aktivitas sehari-hari sebagai jurnalis dan bersama keluarga tentu menjadi tantangan dalam proses belajar/kuliah hingga penelitian untuk membuat tesis.

Namun dengan semangat belajar semasa proses kuliah di pasacasarjana UMSU yang digelorakannya serta ingat pesan kedua orangtuanya sewaktu masih hidup supaya jangan menyerah selagi ‘hayat masih di kandung badan’ untuk terus belajar mencari ilmu yang bermanfaat, insha Allah tercapai.

Diungkapkan Isya bahwa bapaknya di saat mulai sakit, sebelum meninggal memberi pesan motivasi kepadanya bahwa usia dan kondisi ekonomi bukan hambatan untuk belajar/kuliah dalam usaha meraih cita-cita.

“Karena kondisi bapak saya dulu dalam menuntut ilmu ada mirip dengan saya. Dulu, bapak saya sempat kuliah di USU di Fakultas Ekonomi jurusan akuntansi, usianya saat itu tidak muda lagi, sudah berumahtangga dan mempunya tiga orang anak,” tutur Isya mengenang jasa orangtuanya itu.

Ia mengatakan, disiplin ilmu komunikasi yang ‘notabene’ termasuk di dalamnya jurnalistik dan media massa sebenarnya bukan hal baru dalam hidup Isya. Masa kecilnya/balita dahulu, sewaktu belum masuk sekolah SD, sering dibawa kakaknya ke kantor percetakan tempat bapaknya bekerja. Kantor tersebut menerima jasa cetak berbagai macam literatur dengan media kertas termasuk menyetak koran/suratkabar Harian Mercu Suar, salah satu koran//harian ternama pada masa akhir tahun 70-an.

Dengan pencapaian Magister Ilmu Komunikasi-nya itu, Isya pun tak lupa mengucapakan terimakasih kepada para dosennya sewaktu kuliah di pascasarjana Mikom UMSU, terutama dosen pembimbingnya Hj.Rahmanita Ginting, M.Sc, Ph.D dan Dr. Arifin Saleh, MSP serta rekan-rekan seprofesi jurnalis/wartawan yang terus memberi sprit dan motivasi selama waktu penelitian. (r/red)