MKI Gandeng Enlit Asia Gelar Pertemuan Sektor Listrik & Energi Paling Berpengaruh se-ASEAN

146
Photo Caption: Dari kiri ke kanan: Bakti S Luddin, Director of Business Unit Indonesian Electrical Power Society, Lydia Sebastian, Director or Marketing, Clarion Events Asia, Arsyadany G Akmalaputri, Secretary General Indonesian Electrial Power Society, dan Noesita Indriani, Excecutive Director Indonesian Electrial Power Society.

JAKARTA ketikberita.com | Dalam rangka mendorong pengembangan teknologi energi bersih di Kawasan ASEAN, pertemuan sektor listrik dan energi paling berpengaruh se-ASEAN akan kembali diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2023, bertepatan dengan tahun Keketuaan Indonesia pada ASEAN Summit, Rabu (5/April/23).

Pertemuan ini merupakan kemitraan Enlit Asia bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) yang akan menggelar dua acara terdepan di industri dan bisnis ketenagalistrikan di Kawasan ASEAN, dengan dukungan PT PLN (Persero) sebagai Utility Host dan juga Kementerian ESDM.

Acara Enlit Asia 2023 dan Hari Listrik Nasional Indonesia ke-78 (HLN 78) akan dibuka bersama pada 14 November 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE). Acara gabungan ini melanjutkan kemitraan yang telah berhasil menghadirkan Powergen Asia yang pertama di Indonesia dan Hari Listrik Nasional Indonesia ke-73 pada tahun 2018.

Kerjasama ini akan menghadirkan lebih dari 350 peserta pameran dari seluruh dunia yang akan memamerkan teknologi dan inovasi terbaru yang mendukung transisi energi di seluruh ASEAN. Ditargetkan 12.000 pengunjung dari seluruh wilayah Indonesia dan ASEAN akan mendapat manfaat lebih dari 75 jam konten gratis yang disampaikan oleh penyedia teknologi dan solusi terkini, dan studi kasus tentang pemanfaatan teknologi terkini di lapangan oleh IPP dan utilitas listrik.

Pertemuan ini digelar dalam rangka mendukung transisi energi di Kawasan ASEAN dan akan fokus pada isu-isu komersial dan strategis yang akan mempercepat transisi ke sistem tenaga listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Lebih dari 150 pembicara terkemuka di industri akan berbagi wawasan mereka secara bersamaan, dimana evolusi sistem tenaga tradisional, integrasi teknologi bersih generasi berikutnya dan kerangka kerja serta pembiayaan yang mendukung transisi ini, akan menjadi fokus pembahasan.

Dengan semakin banyak perusahaan yang mengikuti pameran, termasuk yang berfokus pada Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, teknologi Hidrogen, Energy Storage, Smart Grid, dan solusi integrasi RE termasuk di dalamnya Solar PV dan Energi Angin,serta teknologi pembangkit Nuklir acara tersebut semakin mengukuhkan diri sebagai pertemuan industri terkemuka di kalender ASEAN.

“Kami senang bisa kembali ke Jakarta dan sekali lagi bermitra dengan MKI. Indonesia adalah pasar yang sangat penting di kawasan ASEAN, dengan permintaan listrik tertinggi, perkiraan pertumbuhan dan langkah-langkah aktif yang diambil untuk mencapai target keberlanjutan dan memperbarui infrastruktur jaringan.

Bermitra dengan Hari Listrik Nasional Indonesia melihat jangkauan dan kemampuan regional Enlit Asia sendiri untuk menyatukan pemangku kepentingan industri utama dari seluruh ASEAN, didukung oleh cita rasa Indonesia yang kuat, dan sangat penting. Pada tahun 2023 ini, kami dapat menjanjikan bahwa acara ini sepenuhnya mencerminkan antusiasme yang kuat untuk mendorong transisi energi ASEAN, didukung oleh keinginan untuk berinvestasi, dari pemerintah, regulator, utilitas, dan IPP di kawasan ini,” kata Richard Ireland, Chief Executive Officer Clarion Events Asia.

Sementara itu, Arsyadany G Akmalaputri, Sekretaris Jenderal MKI, menjelaskan bahwa Peringatan Hari Listrik Nasional Indonesia tahun ini merupakan kali ketiga MKI bermitra dengan Enlit Asia dalam menyelenggarakan acara konferensi dan pameran.

Acara Hari Listrik Nasional Indonesia ke-78 dan Enlit Asia 2023, akan mengusung tema “Strenghtening ASEAN Readiness in Energy Transition: Your Guide to The Energy Transition in Asia”. Program tahun ini akan berbeda dari yang sebelumnya, dimana dukungan terhadap komitmen dunia untuk melaksanakan transisi energi menuju energi yang lebih bersih telah dideklarasikan.

Sejalan dengan Keketuaan ASEAN yang diamanatkan kepada Indonesia, ASEAN akan terus menjadi episentrum pertumbuhan masyarakatnya yang kuat dan berdaya., Acara yang diselenggarakan oleh MKI dan Enlit Asia ini menjadi sangat relevan mengingat cakupan peserta pameran dan konferensi yang mencakup negara-negara ASEAN.

Gerakan transisi energi global ini perlu diperkuat dan dilaksanakan oleh semua negara termasuk anggota ASEAN. Diharapkan dalam acara ini para peserta pameran, konferensi dan pengunjung dapat bertukar informasi, pengetahuan, pengalaman dan teknologi terkini yang dapat mendorong penguatan dan percepatan transisi energi di kawasan ASEAN.

Transisi energi berkelanjutan telah menjadi salah satu isu yang diprioritaskan, di mana secara global seluruh negara diharapkan untuk berpartisipasi dalam mempercepat dan memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan. Transisi energi merupakan proses ekstensif yang perlu dilakukan oleh negara-negara termasuk negara-negara ASEAN untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan perubahan iklim. Kesepakatan dalam transisi energi bertujuan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan yang lebih bersih.

Acara ini akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan ketenagalistrikan di kawasan ASEAN, mulai dari penyedia teknologi dengan teknologi terbarunya, investor yang berkomitmen tinggi terhadap energi bersih, kontraktor dan konsultan teknik serta operator yang berpengalaman dalam mengoperasikan pembangkit listrik. Dengan berkumpulnya seluruh komunitas ketenagalistrikan, acara ini akan sangat berkontribusi dalam memperkuat dan mempercepat transisi energi di kawasan ASEAN terutama di Indonesia.

“MKI merasa bangga dan berterima kasih kepada Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) atas kepercayaan yang diberikan untuk menyelenggarakan acara yang sangat bergengsi ini. Kemitraan dengan Enlit Asia telah memberikan kesempatan bagi MKI dan pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan Indonesia dalam mengakses teknologi dan informasi terkini untuk keberlanjutan pembangunan ketenagalistrikan nasional”, tandas Arsyadani. (r/red)