Mewujudkan Pemberdayaan Melalui Berkarya, Demi Kesejahteraan Masyarakat

369

MEDAN ketikberita.com | Temu Kader Lembaga Pemberdayaan Masyarakat tingkat Nasional sangatlah meriah, karena dibuktikan banyak yang hadir dari Provinsi di luar Sumatera, termasuk diantaranya dari LPM Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dari LPM Bali, serta dari LPM Pulau Jawa. Sangatlah bersemangat mengikuti acara Temu Kader Pemberdayaan seluruh Indonesia di Hotel Le Polonia Jumat (11/11/2022).

Disamping acara pertemuan para seluruh Kader LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Red-), ada juga di berikan Award kepada LPM terbaik dan teraktif, dan diakhir acara, seluruh Ketua LPM di berikan penghargaan Ulos, sebagai penghargaan tertinggi para tamu kehormatan.

Kami sangat bangga atas ramainya yang hadir dan para LPM hampir seluruh Indonesia yang datang di Hotel Le Polonia, semoga acara temu Kader ini sangatlah bermanfaat bagi kita semua, agar bisa memberikan semangat kepada seluruh Perangkat Desa dan Kepala Daerah Masing-masing. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD LPM Sumut Drs H Hasnan Said S. IP.

Lanjut Hasnan setelah acara temu Kader ini, kita akan terus berkonsolidasi dalam hal Pembenahan dan pembinaan di Kabupaten Kota. Kita di LPM ini sebagai Mitra Pemerintah isinya ada 4 bidang, yaitu bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan Insfrastruktur, Bidang Pembinaan dan Bidang Sosial dapat bekerja dengan baik, dan bisa bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.

Makanya kita sangat senang dengan di Support nya kegiatan LPM ini oleh Pemerintah, ini sangatlah berharga, karena jika tidak ada dukungan dari Pemerintah, sangatlah rugi. Makanya Pidato dari Gubernur Sumatera Utara, isinya supaya LPM kita ini harus lebih ditingkatkan.

Malam ini lah setelah acara temu Kader kita bekerja lebih pertajam. Karena LPM ini selalu mempunyai Strategi kerja, yaitu 1. Kita akan menyusun Rencana Pembangunan yang Partisipatif, 2. Kita akan menggerakkan swadaya Gotong-royong di masyarakat, dan 3. Kita akan melaksanakan dan akan mengendalikan Pembangunan. Karena LPM itu terbentuk atas prakarsa masyarakat yang tujuannya membantu Pemerintah di Desa, dalam meningkatkan Aspirasi dan Pelayanan guna penyelenggaraan dan Pembangunan Desa yang lebih baik.

Hal senada diunkapkan Ketua LPM Nusa Tenggara Barat Wahyudin SH, sangatlah meriah acara dan Jamuan Temu Kader LPM di Sumatera Utara khusus nya Kota Medan. Terima kasih Ketua LPM Sumut atas kegiatan Temu Kader LPM RI. Bagi kami LPM di NTB sangatlah aktif, sekarang ini LPM itu terbentuk di tiap Desa dan di Provinsi NTB itu terdiri dari 1173 Desa dan Kelurahan terdiri dari 10 Kabupaten Kota, dan kami tetap menjaga Sinerginitas antara LPM dan Pemerintah Desa, Alhamdulillah sangatlah berjalan.

Dan kami di Provinsi NTB setiap Desa kami dianggarkan dana Operasional Cukup melalui Desa, oleh Kepala Desa dan DPD LPM nya. Dan kami LPM juga diberikan Anggaran melalui APBD walaupun tidak terlalu banyak tapi cukup. Tapi setelah Indonesia terjadi Bencana Covid 19, anggaran itu sudah tidak keluar lagi selama 3 tahun, dengan alasan tidak ada Anggaran. Tapi itu “No Problem”, LPM di NTB tetap mengkaryakan diri untuk menghasilkan karya masyarakat NTB.

Jadi, karena ini tanggung jawab kami tanpa ada dukungan Pemerintah Provinsi NTB ini pun kami tetap hadir di pertemuan Kader di setiap kegiatan, termasuk Temu Kader di Sumatera Utara.

Lanjut Wahyudin kagiatan yang kami lakukan di NTB adalah mengembangkan kegiatan UMKM dan NTB juga salah satu target kunjungan “Study Komperatif” UMKM.

Lanjut Wahyudin bahwa kita mengerjakan satu Pemberdayaan ini sesuai Visi dan Misi diantaranya. Terwujudnya keselarasan hubungan antara anggota Badan Pemberdayaan Masyarakat dan aparatur pemerintah desa dengan seluruh lapisan masyarakat dalam memberdayakan masyarakat desa guna mewujudkan masyarakat desa yang tertib, damai, tentram, sehat, sejahtera, mandiri, dinamis dan memajukan kehidupan masyarakat desa, berdasarkan kepastian hukum berdasarkan iman dan taqwa kepada Tuhan YME.

Dan Misinya Membantu kepala desa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa melalui pengelolaan, pengembangan dana dan sumber daya serta seluruh potensi desa secara transparan, akuntabel; tanggung jawab, otonomi, wajar dan taat hukum.

Lanjut Wahyudin kita harus Membantu kepala desa dalam meningkatkan kedisiplinan dan kinerja aparatur pemerintah desa melalui penyuluhan, pendidikan, pelatihan, dan bimbingan. Meningkatkan peran serta anggota Badan Pemberdayaan Masyarakat dalam pembangunan pedesaan sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangannya. Membantu kepala desa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pembangunan desa, melalui penyuluhan dan teguran.

Membantu kepala desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, kependudukan, pelayanan kesehatan darurat, melalui pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan peran anggota LPM. Membantu kepala desa dalam meningkatkan ketertiban, kebersihan, kesehatan, keamanan, pendidikan, keagamaan, seni, budaya, dan olahraga melalui gotong royong dan penyuluhan.

Membantu kepala desa dalam meningkatkan indeks pendapatan keluarga dan penanganan anak terlantar melalui bimbingan dan penyuluhan usaha pertanian, usaha peternakan, usaha perdagangan, kelompok usaha bersama, kelompok keterampilan, dan jasa. Membantu kepala desa dalam meningkatkan bantuan modal usaha kepada masyarakat yang ekonomi lemah melalui pembentukan koperasi desa, badan usaha milik desa, arisan, serta usaha lain yang sah.

Dan bertujuan Membantu Pemerintah Desa dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara perangkat pemerintah desa dan lembaga desa serta seluruh lapisan masyarakat dalam memberdayakan masyarakat guna mewujudkan kehidupan yang tertib, damai, tentram, sehat, sejahtera, mandiri, dinamis, dan maju di masyarakat desa, berdasarkan kepastian hukum yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Turut Hadir Bupati Maros Provinsi Sulawesi Selatan H. A. S Chaidir Syam S. IP. M. H dan Bupati Sinjunjuang Provinsi Sumatera Barat Benny Dwifa Yuswir S. STP. M. Si. (SAID KAMAL S. Sos “Dewak”)