Masyarakat Minta Peninjauan Keberadaan Pipa Bawah Tanah Pembuangan Limbah Tapioka yang Menuju Sungai Bedagai

245

SERGAI(Sumut),ketikberita.com | Masyarakat Sei Rampah dan Tanjung Beringin meminta kepada Ketua Normalisasi Sungai, Rampah Bersatu Bung Nazaruddin bersama Pemkab Sergai Dan Aparat Terkait Segera Turun Chek Kebenaran Adanya Pipa Bawah Tanah Pembuangan Limbah menuju Sungai Bedagai penyebab Pencemaran Sungai Bedagai Diduga Karena Limbah Tapioka dan membuat Ribuan Ikan dan Udang serta habitat dalam sungai Ditemukan Mati mengambang.

Hal ini sudah berulang kali terjadi,kalau pembuangan limbah tersebut pada saat air dalam mgkn gak nampak ikan pada mabuk dan mati tapi disaat seperti ini air dangkal dan surut ikan nampak mabok dan menjadi kesempatan masyarakat Rampah pinggiran sungai untuk mengutip ikan dan udang yang lagi mabok sedangkan yang tak terkutip jadi bangkai yang diterima sungai Bedagai di Tanjung Beringin.

Tokoh Pemuda Nazaruddin di dampingi Camat Sei Rampah Drs. Nasaruddin disaat menanam pohon dibantaran Sungai yang nelihat langsung ikan-ikan pada mabok merasa terkejut apa penyebabnya, dan berharap Pemkab Sergai melalui Kakan Lingkungan hidup segera memberikan peringatan Keras terhadap Para Pengusaha Tapioka terhadap Limbah yang telah dibuang ke sungai Bedagai/Rampah yang membawa akibat merusak Lingkungan dan Habitat Sungai, serta Ratusan Bibit ikan Nila yang dilepas Bupati Sergai dalam Acara Lomba Dayung di Sungai Bedagai Lalu habis mati karena Limbah tersebut.

Sebelumnya ketika Panitia Normalisasi Sungai diundang Ka. Bappeda Sergai mengadakan rapat tentang berniatnya Pemerintah untuk nemperhatikan tentang kelanjutan untuk memperindah Tatanan sungai sebagai Ikon Sei Rampah Ibu kota Kabupaten Sergai, Humas di Panitia Normalisasi Affan Mandor mengusulkan kepada Ka Bappeda mengecek keberadaan pipa bawah tanah dari salah satu Pabrik Tapioka yang membuang limbah menuju Sungai Bedagai.

Bappeda dan Aparat yang Berkompeten serta Panitia Normalisasi Sungai segera untuk mengecek keberadaan pipa karena sangat sulit untuk masuk ke area pabrik tersebut apa lagi untuk mengecek pipa pembuangan limbah ke Sungai dengan pencemaran yang terjadi yang sudah puluhan tahun. (AfGans)