Masalah Teror Mobil Wartawan Dibakar, Ketua IWO Sergai : PR Serius Kepolisian Ungkap Pelakunya

99

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Terkait teror pembakaran mobil Mitsubishi Kuda Nopol BK 1774 LP milik seorang wartawan TV, Pujianto (46) warga Dusun III, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang terjadi pada hari Senin (31/5/2021) mendapat kecaman dari beberapa organisasi wartawan yang ada di Kabupaten Sergai.

“Peristiwa pembakaran terhadap mobil wartawan televisi, tentunya kita perihatin dengan kejadian tersebut,” kata Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sergai, Zuhari lewat pesan WhatsApp nya kepada wartawan, Senin (31/5/2021) sekira pukul 17:11 WIB.

Dikatakan Zuhari, dirinya sangat menyayangkan masih ada lagi perilaku yang mirip dengan penjahat bayaran yang ditujukan kepada oknum wartawan televisi tersebut.

“Ini merupakan tantangan bagi pihak Polres Sergai untuk dapat mengungkap pelaku pembakaran mobil milik wartawan televisi tersebut,” ujarnya.

Zuhari yang juga merupakan Pimred Sinarsergai.com itu mengatakan, Polres Sergai harus segera melakukan operasi premanisme di Sergai yang dapat menganggu kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

“Tindakan yang dialami oleh rekan wartawan harus diusut hingga tuntas oleh polisi dengan membentuk tim khusus,” pintanya.

Zuhari juga menambahkan, jangan ada lagi tekanan terhadap rekan – rekan wartawan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di Indonesia, khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai.

“Kapolres Sergai diyakini mampu mengungkap pelaku peristiwa ini. Kita berikan kepercayaan dan waktu bagi polisi untuk mengusut kasus ini hingga tuntas,” pungkas Ketua DPD IWO Sergai.

Diduga sebelumnya, bahwa mobil milik Pujianto wartawan Metro TV yang bertugas di Kabupaten Sergai itu dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) saat terparkir di teras rumahnya.

Pujianto menuturkan, kejadian itu diketahui oleh istrinya Nurasiah (43) sekira pukul 02:15 WIB dini hari karena asap sudah masuk kedalam rumah.

“Istriku terbangun dan melihat keluar rumah mobil sudah terbakar lalu berteriak minta tolong. Takut api merembet ke rumah, mobil ku dorong ke halaman rumah lalu ku siram pakai pasir,” ujar Puji. (AfGans)