Mantapkan Rencana Pengamanan dan Evakuasi, Kodam IX/Udayana Gelar TTX Presidensi G20

51

DENPASAR (Bali) ketikberita.com | Menjadi salah satu wilayah yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, Provinsi Bali dengan seluruh destinasi pariwisatanya terpilih menjadi tuan rumah gelaran Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang berlangsung pada tanggal 15 sampai dengan 16 November 2022 mendatang.

Hal tersebut menjadi atensi seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya even bersekala internasional tersebut. Mulai dari TNI, Polri, BNPB, BMKG, PVMBG, PLN, Basarnas, General Manger Hotel hingga Chief Security, mulai melakukan segala persiapan guna mendukung kelancaran kegiatan sesuai dengan tugas masing-masing.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan Table Top Exercise (TTX) Satgas Pengamanan Wilayah dan Satgas Evakuasi Bencana Alam, yang digelar di Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Rabu (27/7/2022).

Dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto, S.E., M.M., selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Dansatgaspamwil) dan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc., selaku Komandan Satuan Tugas Evakuasi, kegiatan TTX ini diikuti juga oleh seluruh Dansub, Dantim dan Danplek, serta dari instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan bahwa Table Top Exercise (TTX) merupakan salah satu teknik latihan dalam bentuk diskusi guna memberikan wadah bagi seluruh personel yang terlibat untuk mendapatkan masukan, review, dan penyempurnaan pemahaman tentang rencana pengamanan VVIP dan penanganan darurat bencana terpadu yang melibatkan multi sektoral.

“Sehingga, seluruh personel yang tergabung dalam satgas dapat menemukan hal-hal yang selama ini belum terpikirkan dengan ditemukan adanya permasalahan yang timbul, agar dapat menyamakan persepsi dan cara bertindak di lapangan,” jelas Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan bahwa TTX ini juga sebagai gambaran terkait kejadian yang akan terjadi di lapangan, sehingga mampu mengantisipasi dengan melatihkan dan koordinasi peran dari setiap pelaku agar tidak terjadi keraguan saat pelaksanaannya yang telah disusun sesuai dengan urutan, waktu dan tempat kegiatannya.

“Jadi nanti saat simulasi, agar seluruh personel Satgas Pamwil maupun Evakuasi dapat menjelaskan jawaban sesuai dengan persoalan yang diberikan dengan singkat padat dan memuat esensi yang diharapkan, sehingga dapat mengeliminir dan mengantisipasi pada saat pelaksanaan yang sebenarnya nanti,” demikian pungkas Pangdam.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Asintel dan Asops Kasdam IX/Udayana, serta penyampaian dari masing-masing Dansub, Dantim dan Danplek Satgas, termasuk dari instansi lainnya. Kemudian, dilanjutkan dengan simulasi persoalan yang diberikan sesuai dengan konsep operasi yang sudah direncanakan oleh masing-masing Satuan Tugas. (Ar/Udy)