MANAJEMEN “SPRITUAL MARKETING CONCEPT”

218

Spritual Marketing Concept (konsep pemasaran spiritual) adalah sebuah konsep pemasaran dengan tetap mengindahkan nilai-nilai spiritual, artinya semua bahan baku, proses produksi sampai pemasaran serta dampaknya bagi konsumen tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual.

Siapa yang tidak kenal dengan Rasulullah Muhammad SAW? Michael Hart dalam bukunya Thee 100 a Ranking of the Most Influential Persons in History (100 tokoh paling berpengaruh di dunia) Menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh nomor satu paling berpengaruh di dunia.

Dengan kemuliaan dan keagungan sifat-sifatnya telah mampu merubah kegelapan zaman di seluruh pelosok penjuru dunia menuju peradaban yang mulia. Meskipun beliau secara fisik telah meninggal berabad-abad yang lalu, namun pengaruh yang beliau wariskan kepada manusia hingga saat ini masih dapat dirasakan. Kekekalan pengaruh tersebut hingga kini masih bertahan terutama bagi kaum muslimin.

Rasulullah merupakan teladan umat yang rahmatan lil`alamin, pemberi pencerahan disegala lini dan sisi kehidupan manusia. Tak terkecuali yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup melalui jalur perekonomian, secara lansung maupun tidak lansung. Rasulullah dikenal sebagai saudagar ulung dengan kejujuran, kemuliaan dan amanahnya dalam berniaga sehingga beliau mendapat gelar al-Amin (yang terpercaya). Dengan keagungan dan kemuliaan sifat-sifatnya, beliau juga terkenal sebagai seorang marketer yang cerdas dan beretika.

Namun, ketika kegiatan bisnis tersebut mengalami disorientasi dan keluar dari praktik bisnis Rasulullah tersebut serta cenderung profit oriented dengan cara mengejar keuntungan yang instan, terkadang kegiatan marketing yang mulia dan penuh etika itu berubah dengan kebohongan, dusta dan kepalsuan. Fenomena itulah yang sering kita lihat dalam dunia bisnis dan usaha saat ini.

Attitude Nabi Muhammad SAW dalam Marketing
Karakter dan sifat Nabi Muhammad SAW dalam marketing sungguh sangat mulia. Nabi Muhammad telah menunjukkan bagaimana cara berbisnis yang berpegang teguh pada kebenaran, kejujuran, dan sikap amanah sekaligus tetap memperoleh keuntungan yang optimal.

Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang terdapat pada al-Qur’an, nabi Muhammad melakukan bisnis secara profesional. Nilai-nilai tersebut menjadi suatu landasan yang dapat mengarahkan untuk tetap dalam koridor yang jujur, adil dan benar serta berkah.

Attitude Shidiq (صِدْقٌ)
Shidiq artinya selalu benar, lawan katanya adalah kazib (dusta). Para rasul selalu berkata yang benar, baik benar dalam menyampaikan wahyu yang bersumber dari Allah SWT, maupun benar dalam perkataan-perkataan yang berhubungan dengan persoalan keduniaan.

Dalam berdagang, nabi Muhammad SAW selalu dikenal sebagai seorang marketer yang jujur dan benar dalam menginformasikan produknya. Bila ada produknya yang memiliki kelemahan atau cacat, maka tanpa ditanyakan nabi Muhammad langsung menyampaikannya dengan jujur dan benar, tak ada sedikitpun yang disembunyikan.

Maksud dari nilai shiddiq dalam kegiatan pemasaran dapat diwujudkan dengan pemberian informasi yang benar akan produk yang dipasarkan oleh marketer. Tidak ada informasi yang disembunyikan mengenai obyek yang dipasarkan. Tidak mengurangi dan tidak menambahi. Artinya, seseorang yang bekerja sebagai marketer dituntut untuk berkata dan bertindak secara benar, sesuai dengan kondisi rill produk yang ditawarkan.

Attitude Amanah (اَمَانَةٌ)
Amanah artinya dapat dipercaya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2013) amanah adalah sesuatu yang dititipkan kepada orang lain, setia, dan dapat dipercaya.

Sifat amanah ini jika dijalankan dengan baik akan membentuk marketer dengan kredibilitas yang tinggi dan sikap penuh tanggung jawab pada setiap individu. Dengan kredibilitas yang tinggi akan melahirkan masyarakat yang berkualitas, karena dilandasi oleh saling percaya antara anggotanya.

Sifat amanah memainkan peranan yang sangat penting dalam kegiatan manajemen spiritual marketing karena tanpa amanah dan tanggungjawab kehidupan ekonomi dan bisnis akan mengakibatkan kerugian.

Integritas marketer akan terbentuk dari sejauh mana orang tersebut dapat memelihara amanah yang diberikan kepadanya. Pebisnis yang baik adalah yang mampu memelihara integritasnya ,dan integritas yang terpelihara akan menimbulkan kepercayaan (trust) bagi mitra bisnis.

Attitude Tabligh (تَبْلِغٌ)
Tabligh artinya menyampaikan. Seorang marketer harus mampu mengkomunikasikan bisnisnya dan mempromosikan bisnisnya kepada konsumen dan pada khalayak umum dengan cara yang benar dan jujur, sehingga bisnis yang dikembangkan diketahui oleh masyarakat dan disukai sehingga mereka senang membelinya.

Karena apa yang dipromosikan sesuai dengan kenyataan dan cara menyampaikan dan mempromosikannya dengan cara yang kreatif dan inovatif, sehingga menarik konsumen.

Seorang marketer juga harus mampu menjelaskankeunggulan-keunggulan produk dengan menarik dan tepat sasaran tanpa meninggalkan kejujuran dan kebenaran (transparency and fairness).

Lebih dari itu, harus mempunyai ide gagasan segar dan mampu mengkomunikasikannya secara tepat dan mudah dipahami oleh siapapun yang mendengarkannya. Dengan begitu, pelanggan dapat dengan mudah memahami pesan bisnis yang ingin disampaikan.

Attitude Fathonah (فَطَانَةٌ)
Fathonah artinya cerdas. Seorang marketer pengusaha muslim harus mampu menghadirkan hujjah yang baik dalam mengembangkan bisnisnya, baik itu kemasannya, mereknya maupun produknya, agar bisnis yang dikembangkannya dapat memenuhi kebutuhan ummat dan dapat memenuhi keinginan konsumen.

Ketika seorang pengusaha mencontoh sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, yaitu jujur, dapat dipercaya, mampu mengkomunikasikan dan kreatif dalam berbisnis, maka akan sukses mengembangkan bisnis serta dihormati orang lain karena didalam melaksanakan bisnisnya berpegang teguh kepada etika spiritual marketing sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Wallahu A’lam Bishawab!. Oleh : Daul Gultom  (Penulis adalah Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan).