Mahasiswi Prodi HKI Selesaikan Sidang Skripsi Dengan Bahasa Inggris

103

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Nur Afina Ulya, mahasiswi angkatan 2017 Program Studi Hukum Keluarga Islam pada Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menyelesaikan dan tampil mempresentasikan tugas akhir skripsinya menggunakan Bahasa Inggris dalam sidang munaqasyah yang dilaksanakan di ruang sidang kampus setempat, Selasa, (20/4/2021)

Fina berhasil menyelesaikan skripsinya yang berjudul “The Verstek Decisions on Divorce in Langsa Muslim Family Court: A Gender Perspective” tepat di tahun keempat studinya dibawah bimbingan Budi Juliandi, MA dan Muhammad Alwin Abdillah, Lc, LL.M. Hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri dimana Bahasa Inggris digunakan oleh mahasiswa selain dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dalam menyelesaikan skripsinya.

Tidak hanya menulis skripsi dalam Bahasa Inggris, Fina juga mampu mempresentasikan hasil penelitiannya dengan baik dan menjawab pertanyaan dari para penguji tanpa hambatan. Hal ini membuat Fina mendapatkan hasil sidang yang menakjubkan, yakni 96.

Mahasiswi yang sudah menyukai Bahasa Inggris sejak sekolah dasar ini menceritakan alasannya menulis skripsi dengan menggunakan Bahasa Inggris dikarenakan yang membuatnya termotivasi adalah dosen dan seniornya Ahlul Badri yang telah terlebih dahulu menyelesaikan skripsi menggunakan Bahasa Inggris.

“Selain karena dorongan dari dosen, juga karena senior yang memakai Bahasa Inggris dalam menulis skripsinya sehingga menjadi tantangan untuk diri sendiri mencoba hal yang baru dan double challenging (skripsi dan Bahasa Inggris),”imbuhnya.

Fina juga menambahkan bahwa penggunaan Bahasa Inggris ini juga dikarenakan niat dan motivasi untuk lebih mengembangkan kemampuan berbahasa Inggrisnya yang sudah didapatkan sejak sekolah menengahnya di MUQ dahulu. Fina mengharapkan jika teman-temannya yang lain dapat mengikuti jejaknya ini.

“Harapan untuk teman-teman lain agar dapat menggunakan bahasa asing juga karena sesuai dengan visi dari Fakultas kita, ‘Menjadi Kiblat Kajian Hukum Islam se-Asia Tenggara’ sehingga mahasiswanya dituntut untuk mampu menguasai bahasa internasional, minimal Bahasa Inggris dan Bahasa Arab,”pesannya.

Pembimbing skripsi sekaligus Ketua Sidang Afina, Budi Juliandi, MA menyatakan bahwa unsur-unsur dalam Fakultas Syariah selalu mendorong mahasiswa untuk dapat menggunakan bahasa asing dalam menulis skripsi.

“Sampai hari ini, sudah ada dua mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam yang sudah menggunakan Bahasa Inggris dalam menulis penelitiannya, dan kita masih menunggu mahasiswa lain untuk menulis skripsinya dalam bahasa asing baik itu Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab,” tandasnya.

Juliandi juga menambahkan meskipun bukan berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris atau Pendidikan Bahasa Arab, para mahasiswa yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk menulis skripsi dalam bahasa asing menjadi sesuatu yang istimewa bagi Fakultas Syariah dan pihaknya selalu siap mendukung para mahasiswa.

“Kita mendukung sepenuhnya setiap mahasiswa yang ingin dan berani menulis penelitiannya dengan bahasa asing dan tidak perlu khawatir tidak bisa karena kami para dosen akan siap sedia mengarahkan, membimbing dan membekali mahasiswa dengan bahasa,” tutupnya. (AA)