LSM GERAM Banten Kembali Ingatkan : BBWSC3 Soal Kualitas Pekerjaan Rehab Jaringan Irigasi D.I Ciujung

201

SERANG (Banten) ketikberita.com | Melihat dari dekat pekerjaan rehab jaringan irigasi yang dikerjakan oleh PT. Permata Maju Jaya, dengan konsultan supervisi dari PT.Hegar Daya,menelan anggaran 43,8 milyar,masa pelaksanaan 612 Hari.

Semrawut,itulah kesan pertama awak media ketika melihat pekerjaan rehab jaringan irigasi D.I Ciujung ,yang salah satu titiknya berlokasi di Kampung Ampian,Desa Wanayasa Kecamatan Pontang Kabupaten Serang,kesan itu terlihat dari beberapa titik yang belum selesai dikerjakan,posisi precast yang sudah terpasang tidak rata dan renggang.

Di lokasi,Selasa 16/03/2021 terlihat hanya ada satu unit exavator sedang melakukan aktifitas penggalian sisi kali, ditemani beberapa orang pekerja.

Ditemui dekat lokasi pekerjaan, warga Ampian penjual udang, menuturkan kepada awak media bahwa kegiatan ini sempat terhenti sekitar dua minggu.

“Hujan terus Pak, kalinya banjir,mungkin itu yang menjadi penyebab tersendatnya pekerjaan ini,saya juga bingung mau memperbaiki gubug ini tapi kerjaan belum kelar,”ungkap warga.

“Kalau hujan turun, airnya meluap ke gubug tempat usaha saya,”keluhnya.

Dilokasi yang sama,tim monitoring dan investigasi LSM Geram Banten Indonesia DPC Kab Serang,Marjuki dan Misri, mengajak awak media keliling melihat hasil pekerjaan.

“Lihat itu lur, precast berantakan,ada yang terpasang, ada yang dibiarkan tergeletak,batu split dan pasir ada dipinggir jalan,belum lagi besi behelnya mulai berkarat,”jelas Misri.

Masih kata Misri,”hampir setahun tapi progress kerjanya tidak sesuai dengan nilai anggarannya,kebanyakan liburnya”.

Marjuki mengamini apa kata rekannya, sambil mengingatkan kepada Kementrian PUPR,Dirjen SDA, BBWSC3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian) agar tidak mudah menerima hasil pekerjaan yang dikelola oleh Pt.PMJ.

“Minim pengawasan,itu yang saya lihat dilokasi pekerjaan,belum lagi SMK3 nya
tidak diterapkan,”jelas Juki.

“Menurutnya pihak Balai ataupun dinas yang terkait,harus lebih “awas” dalam pengawasannya, maupun nanti pada saat serah terima pekerjaannya”pungkasnya. (tim/red)