LMPI Dan Masyarakat Cibeureum “DEMO” PT. Frans Putra Tex Dengan Tiga Tuntutan

225

KAB SERANG (Banten) ketikberita.com | Laskar Merah Putih Indonesia Kabupaten Serang bersama masyarakat Kampung Cibeureum, Desa Cikande, Kabupaten Serang melakukan aksi di depan PT. Frans Putra Tektile, Jumat (23/10/2020).

Aksi demo yang digelar oleh masyarakat Kampung Cibeureum dan LMPI Kabupaten Serang di depan PT. Frans Putra Tektile tidak menemukan hasil ataupun kesepakatan antara LMPI, Masyarakat, Dan PT. Frans Putra Tektile.

Dalam mediasi ada beberapa tuntutan yang diajukan oleh LMPI Dan Masyarakat Kampung Cibeureum diantaranya PT. Frans Putra Tektile segera membongkar instalasi pengambilan air dari sungai Cibeureum yang berada di tengah lingkungan penduduk, Pemerintah agar mengusut dugaan pelanggaran UU nomor 17 Tahun 2019 Tentang sumber daya Air dan dugaan pelanggaran UU nomor 5 Tahun 1984 Tentang perindustrian, Pemerintah agar mengusut dugaan pencemaran lingkungan dan penimbunan limbah B3 di PT. Frans Putra Tektile.

Menurut Uci, Kami melakukan mediasi dengan pihak perusahaan tidak menemukan titik terang dan solusi, Ketiga tuntutan yang kami ajukan ke pihak perusahaan tidak ada respon sebab pengambil kewenangan di perusahaan tidak ada di tempat.

“Kami akan melakukan aksi kembali dengan masa yang lebih besar jika tuntutan kami diabaikan oleh perusahaan”Ujarnya.

Hal senada di katakan oleh Ketua LMPI Kabupaten Serang Wahyudin Syafei didalam mediasi kami dengan perusahaan tidak ada titik temu, Ketiga tuntutan dari Kami dan Masyarakat belum di iyakan oleh pihak perusahaan.

“Kami dari LMPI Kabupaten Serang beserta Masyarakat Kampung Cibeureum akan terus melakukan aksi terhadap PT. Frans Putra Tektile, Khususnya dari LMPI Kabupaten Serang akan melayangkan laporan kepada pihak terkait dengan adanya dugaan pelanggaran-pelanggaran yang melanggar undang-undang”Katanya.

Menurut Feri HRD PT. Frans Putra Tektile Kami tampung aspirasi dari masyarakat, Perusahaan belum mengambil sikap sebab pengambil kebijakan dan kewenangan sedang tidak ada di perusahaan.

“Aspirasi dari masyarakat tetap akan kami tampung dan akan kami sampaikan kepada pihak yang mengambil Kewenangan di PT. Frans Putra Tektile”Ujarnya. (Muzi/Yusa)