Langkah Penanganan Banjir yang Dilakukan Bobby Nasution Untuk Kebaikan Masyarakat, Harus Didukung

135

MEDAN ketikberita.com | Tingginya intensitas hujan menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam air sehingga sangat mengganggu kenyamanan masyarakat. Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung menyampaikan permintaan maafnya. Guna mengatasi persoalan banjir tersebut, Pemko Medan saat ini sedang membenahi seluruh drainase dari hulu hingga hilir.

Terkait itu, Bobby meminta seluruh camat untuk mengetahui titik-titik mana saja yang terjadi banjir maupun genangan air di wilayahnya masing-masing. Setelah itu mengerahkan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) menormalisasi drainase. Apalagi kecamatan juga memiliki petugas bestari sehingga bisa dilibatkan untuk mendukung normalisasi yang dilakukan.

“Saya minta kerahkan semua petugas yang ada untuk melakukan normalisasi drainase mulai dari hulu ke hilir dengan maksimal. Turun langsung ke lapangan dan berkolaborasi dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut. Sebab, UPT telah kita tyargetkan untuk membenahi dan membersihkan drainase sepanjang 6,825 Km setiap hari,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Selain pembenahan drainase, jelas Bobby, Pemko Medan juga berencana akan membangun kolam retensi. Nantinya kolam retensi berfungsi mengatur debit air yang masuk ke sungai agar tidak meluap. Dikatakannya, kolam retensi nantinya akan dijadikan sebagai penampungan air sementara sebelum dialirkan ke sungai sehingga debit air sungai bisa dikontrol agar tidak melebihi kapasitas.

“Saya telah meninjau beberapa titik yang bisa dijadikan kolam retensi nantinya. Saya sudah komunikasikan kepada camat, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Ruang dan Dinas PU untuk saling berkoordinasi apakah bisa dijadikan kolam retensi. Jika dari drainase langsung dialirkan ke sungai dan sungainya meluap, tentu sama saja. Untuk itu air kita tampung dulu di kolam retensi, baru kemudian dialirkan ke sungai,” ungkapnya.

Upaya Bobby Nasution dalam menangani banjir di Kota Medan dengan membuat kolam retensi dan membenahi seluruh drainase dari hulu hingga hilir mendapat apresiasi dan dukungan dari Dosen Bidang Manajemen Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik Sipil UMA Ir Melloukey Ardan MT. Dikatakannya, upaya yang dilakukan Wali Kota ini tentunya untuk kebaikan masyarakat Kota Medan dan tentu harus didukung.

“Niat atau ikhtiar ini pastinya untuk kebaikan kita semua yakni masyarakat Kota Medan. Tentunya hal ini harus kita support dan sangat kita apresiasi. Namun tentunya ini semua harus direncanakan dengan baik dan matang sehingga hasilnya efektif,” kata Melloukey.

Kemudian Melloukey menjelaskan, filosofi dari hujan bahwasannya air sejatinya mengalir ke tempat yang lebih rendah dan akhirnya mengalir ke sungai atau laut. Air hujan yang jatuh ke darat, jelasnya, mengalami 3 situasi yakni mengalami filtasi, intersepsi dan evaporasi. Melloukey menjelaskan, mengalami filtrasi maksudnya air hujan meresap ke dalam tanah dan sisanya mengalir ke lokasi yang lebih rendah. Hal ini, jelasnya, harus diatasi dengan fokus menyempurnakan drainase yang baik dan benar.

Selanjutnya mengalami intresepsi, ungkap Melloukey, air hujan ditahan oleh daun, batang dan akar pohon serta sisa air kemudian mengalir keluar secara bertahap. “Terakhir mengalami evaporasi yakni menguap ke atas. Evaporasi sendiri merupakan proses perubahan wujud air yang semula cair menjadi gas, sehingga air dapat berubah menjadi uap air dan bisa naik ke atmosfer bumi. Sebenarnya masalah ini sudah ada sejak dulu, hanya saja penanganannya yang masih belum,” paparnya.

Melloukey kemudian mengungkapkan, jika tidak salah tahun 80- 90-an di Kota Medan ada drainase yang sangat besar di tengah jalan yang dikenal dengan Medan Urban Developmen Project (MUDP). Saking besarnya, jelasnya, mobil saja bisa masuk ke dalam saluran tersebut. Tapi entah mengapa, imbuhnya, proyek pengerjaan drainase tersebut berhenti di tengah jalan sehingga belum termanfaatkan pembangunannya..

“Jika proyek MUDP ini kembali dilanjutkan, saya bnerharap dapat menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan banjir di Kota Medan. Yang pasti kita mendukung upaya yang dilakukan Pak Wali kota dalam menangani banjir. Sebab, tujuannya untuk kebaikan kita semua,” jelasnya. (er)