KPNEJ: Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA Figur yang Tepat Menjadi Rektor USU

68

JAKARTA ketikberita.com | Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA (foto) adalah figur yang tepat menjadi Rektor Universitas Sumatera Utara periode 2021 – 2026. Demikian realese berita disampaikan oleh Yonge Sihombing, SE., MBA Ketua Komite Pengusul Nobel Ekonomi Untuk Jokowi (KPNEJ)/The Committee Propose of Nobel Economy for Jokowi (CPNEJ), kepada media pers di Jakarta, Selasa, (02/12/2020).

Kepada awak media di Jakarta, Yonge mengatakan ada 5 hal yang dimiliki oleh Arif. Pertama, Arif memiliki syarat administratif sebagai rektor Universitas
Sumatera Utara periode 2021 – 2026, beliau lulusan dari USU, Australia dan Malaysia;

Kedua, Arif memiliki jejak rekam yang mumpuni di dunia Perguruan tinggi, menjabat sebagai Dekan FISIP USU, Ketua Program S2 Magister Studi Pembangunan FISIP USU, Dosen Pascasarjana Program Studi Lingkungan USU, Ketua Unit Lembaga Penelitian FISIP USU dan banyak mengikuti pendidikan informal di Luar Negeri seperti Amerika Serikat dan Jepang. Aktif diberbagai organisasi profesi, kemasyarakatan, dan banyak dilibatkan dalam mendesain program pemerintah.

Ketiga, Arif memiliki visi, misi, dan program sesuai dengan kebutuhan USU, masyarakat, bangsa dan negara, serta sudah menjawab dinamika USU ke 5 tahun ke depan dan beliau mampu mewujudkan, karena beliau komitmen, kerja keras, dan bertanggungjawab;

Keempat, Arif memiliki kepribadian yang jujur, tulus, rendah hati, melayani, terbuka dapat bekerjasama, mengayomi, bertanggungjawab, keluarga yang rukun, setia dan patuh kepada pemerintah; Dan

Kelima, Arif memiliki jiwa nasionalis, pancasila, pluralis, jiwa kebangsaan dan cinta tanah air, dengan memastikan “Merah Putih USU, Merdeka Belajar” serta menggagas pendirian Fakultas
Ketahanan di USU.

Visi, misi dan program Arif, kata Yonge telah mengakomodir program pemerintahan Jokowi-Ma’ruf 2019 – 2024, termasuk program pemerintah provinsi Sumatera Utara, dan masing-masing pemerintah kab/kota di Provinsi Sumatera Utara.

Seperti halnya program pembangunan food estate di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di Kab. Humbang Hasundutan yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Selain itu Pria kelahiran Medan, 3 Juli 1962 ini, di dalam program kerjanya telah mengakomodir program pembangunan kawasan danau toba sebagai tujuan wisata dunia, program hilirisasi, program program ketahanan pangan, dan program gerakan cinta produk Indonesia.

Selain itu, kata Yonge, di dalam visi, misi, dan program Arif juga telah mengakomodir program kesehatan dan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, serta program-program untuk yang terkait dengan penguatan SDM para milenial.

“Arif juga telah membuat program kerjasama dan sinergitas USU dengan GABS (Government, Academy, Business, Society) baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional”, jelas Yonge, Penulis Buku Jokowinomics.

Bahkan Arif pun sudah mensiasati peluang-peluang yang akan diperankan USU dalam mewujudkan Pindah Ibu Kota Negara serta upaya keikutsertaan USU dalam mensukseskan Proyek Strategis Nasional dan Visi Indonesia 2045 (100 Tahun Indonesia Merdeka).

“Saya pikir, gagasan visi, misi, dan program Arif ini, merupakan sebuah terobosan besar di USU (Out of Box Idea), dan ini patut diapresiasi”, kata Yonge mantan asisten DPD RI.

Ini gagasan yang hidup, terkoneksi, terintegrasi dengan visi, misi dan program pemerintah Jokowi-Ma’ruf, khususnya di bidang pendidikan dan pembangunan Sumber Daya Manusia.

Menurut Mantan Capim KPK RI 2019 – 2023, Pada tanggal 3 Desember 2020 nanti akan dilakukan pemilihan rektor USU di tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) di Jakarta, maka MWA USU akan melihat potensi yang dimiliki oleh masing-masing calon, termasuk jejak rekam, visi, misi, program kerja, dan kepribadian.

“Saya tidak ragu, pada pemilihan nanti, suara MWA akan dominan kepada Arif, dan beliau akan terpilih menjadi Rektor USU 2021 – 2026”, kata Yonge mantan Staf Ahli DPRD Sumatera Utara didampingi Dra. Murniati Tobing, MSI sekretaris KPNEJ. (r/er)