Kota Sawahlunto Tertarik dengan PBJ dan Pemberdayaan UMKM Terapkan Pemko Medan

46

MEDAN ketikberita.com | Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang diterapkan Pemko Medan di bawah kepemimpinan Walikota Medan, Bobby Nasution mendapat perhatian Pemko Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu penggunaan produk dalam negeri khususnya UMKM yang masuk dalam E- Katalog Kota Medan juga dilirik dan akan diterapkan di Kota Sawahlunto. Demikian hal ini terungkap ketika Walikota Medan, Bobby Nasution diwakili Plt Asisten Ekbang, Mansursyah menerima Kunjungan kerja (Kunker) Pemerintah Kota Sawahlunto yang dipimpin Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti di Kantor Walikota, Jumat (12/08/2022).

Selain bersilaturahmi kunker ini juga bertujuan untuk dapat berbagi informasi tentang potensi yang ada di kedua daerah. Di dampingi Kadis Perindustrian, Parlindungan Nasution, Kabag PBJ, Alex Sinulingga, serta Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM, Hendra Ridho, Asisten Ekbang mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan salahsatu program prioritas Walikota Medan, Bobby Nasution. Di mana Walikota ingin UMKM kita naik kelas dan bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Menurut Mansursyah, dalam pemberdayaan UMKM untuk naik kelas Pemko Medan tidak dapat berjalan sendiri dibutuhkan kolaborasi dari semua sektor elemen yang ada di Kota Medan. Artinya outputnya saat ini dirasakan adalah dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan Pemko Medan kita wajibkan dari pelaku UMKM lokal. “Alhamdulillah UMKM lokal sangat terpacu untuk memasukkan produknya dalam e-katalog lokal kota Medan. Sehingga di masa Pandemi pelaku usaha tetap bersemangat dan perputaran ekonomi terus berjalan,” jelas Asisten Ekbang.

Asisten Ekbang menambahkan selain dalam e- katalog, UMKM juga kita dorong dengan penerapan teknologi dan digitalisasi bekerjasama dengan E- commerce nasional, sehingga harapannya pelaku UMKM dapat melebarkan basis pasarnya ke tingkat nasional dan internasional. “Selain itu Pemko Medan juga fokus pada peningkatan sektor UMKM lewat program Satu Kelurahan satu Sentra Kewirausahaan (Sakasanwira),” sebutnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti mengungkapkan bahwa kehadiran dirinya bersama rombongan di Kota Medan ingin belajar karena Pengadaan barang dan jasa sangat baik dan terstruktur. Apalagi dengan aturan saat ini terkait dengan pengadaan barang dan jasa banyak kontraktor yang terjun bebas, selain itu aturan penggunaan produk dalam negeri khususnya UMKM juga akan kami pelajari.

“Kami ingin menggali dan mencontoh trik- trik apa yang dibuat di kota Medan terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta penggunaan produk dalam negeri khususnya UMKM yang nantinya diterapkan di Kota Sawahlunto,” jelasnya. Selanjutnya pertemuan ini diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab serta diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Pemko Medan dan Pemko Sawahlunto. (er)