Komisi III DPRD Medan Tunggu Niat Baik De Paris Hotel Soal Izin dan Pajak

116

MEDAN ketikberita.com | Komisi III DPRD Medan memberikan kesempatan kepada managemen Hotel De Paris dan Cello Pool Bar di Jalan Danau Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat soal perizinan operasional hotel dan retribusi pajak.

Hal ini disepakati pihak pengelola Hotel De Paris Cello Pool Bar diwakili pihak manajemen serta perwakilan PHRI Sumut Arjuna dan Tumpal Simanjuntak.

“Sesuai investigasi Komisi III, diketahui hasilnya memang benar, mereka tidak punya izin. Dan mereka baru mendaftarkan izinnya di OSS (Online Single Submission) dan belum melengkapi syarat-syarat perizinannya. Artinya mereka tidak mempunyai izin apalagi membayar pajak,” kata anggota Komisi III Hendri Duin Sembiring kepada wartawan, Senin (15/02/2021) saat akan mengikuti sidang Banmus di lantai 2.

Dikatakan politisi PDIP Kota Medan ini, pihaknya telah memberikan waktu selama 1 minggu agar managemen hotel tersebut membayar pajak dan melengkapi izin lainnya.

“Kita lihat saja, apakah pihak managemen hotel mengikuti arahan kita dan mematuhi peraturan yang sudah disepakati bersama,” katanya.

Jika sampai hari terakhir pihak hotel tidak mengindahkan anjuran dewan kata dia, Komisi III akan merekomendasikan agar hotel itu segera ditutup sementara sampai segala perizinannya dapat dilengkapi.

Hendri Duin juga sangat menyesalkan tidak adanya perwakilan dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan dalam kunjungan yang mereka lakukan ke hotel tersebut. Padahal kunjungan Komisi III in sudah merupakan kesepakatan dengan OPD yang menjadi kounterpartnya yang dimasukkan pada Rapat Dengar Pendapat yang sudah dilakukan pada Senin (09/01/2021) lalu.

“Hanya Dinas DPMPTSP saja yang tidak datang saat sidak. Padahal saat RDP siang harinya mereka datang. Padahal kan mereka itu kuncinya, merekalah yang paling tahu apakah hotel dan bar itu punya izin atau tidak,” terangnya.

Menurut Hendri Duin, Komisi III mendukung semua pengusaha di Kota Medan dan berharap investasi di kota ini terus membaik.

“Tapi harus mengikuti semua aturan dan jangan suka-suka,” jelas pengusaha rumah makan khas Batak Karo ini. (er)