GUNUNGSITOLI (Sumut) ketikberita.com | Hubungan Masyarakat (Humas) PT. Pelindo Regional 1 Gunungsitoli, Ellingkari Hulu berkinerja sangat bobrok Inspeksi Mendadak (Sidak) Rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli diarea Pelabuhan Gunungsitoli tidak di fasilitasi SMK3 sebagai Visitor atau Tamu, Jumat (14/03/2025) sekira pukul 10:00 Wib pagi.
“Sidak Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli dalam rangka menyampaikan keluh kesah masyarakat Kepulauan Nias yang mereka terima di DPRD terkait pungutan retribusi uang pas kepada penumpang dan pengantar di pintu masuk pelabuhan Gunungsitoli yang dilakukan oleh Petugas Pelindo, yang diduga telah meresahkan masyarakat dan tidak beraturan,” terang Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Ridwan Saleh Zega Politisi Partai Nasdem itu.
Ridwan Saleh Zega, juga menjelaskan bahwa diarea Pelabuhan Gunungsitoli yang disampaikan oleh masyarakat kebersihan sangat minim tumpukan sampah tidak diangkut dan bertebaran diarea pelabuhan, oknum Petugas kebersihan dari PT. Pelindo Gunungsitoli membuang sampah di laut bukti vidio tersebut telah kita terima di DPRD Kota Gunungsitoli,” ungkap Ridwan.
Setelah Tim Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli membahas keluh kesah masyarakat di ruang rapat Pelindo dilanjutkan monitoring di area seputaran pelabuhan Gunungsitoli untuk memastikan informasi dari masyarakat, terbukti tumpukan sampah menggunung disudut selatan pelabuhan dan terlihat bertebaran diarea pelabuhan disertai tumbuhan rumput liar tak ada pembersihan kondisi tersebut sangat mengganggu pemandangan pengunjung.
Ditempat yang sama Ketua Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli Agusman Farasi mengatakan terdapat sejumlah kelemahan dari hasil Sidak di PT. Pelindo Regional 1 Gunungsitoli kondisi tersebut kedepan harus dibenahi dan menjadi perhatian khusus Pelindo. Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli menegaskan, bahwa pelabuhan ini merupakan wajah Kepulauan Nias suatu perhatian mata pengunjung yang datang dari luar Daerah jadi tidak ada alasan untuk tidak diperhatikan di segala aspek fasilitas serta kenyamanan yang layak,
“Dengan kondisi begini jangan kan dari luar Daerah, sedangkan kita yang berada di Pulau Nias atau Gunungsitoli sudah terganggu dengan situasi kebersihan tidak memadai, DPRD Kota Gunungsitoli menitip pesan kepada Menejer Bisnis dan Teknik PT. Pelindo Gunungsitoli dengan Kunjungan Kerja Komisi III DPRD pada kesempatan ini membawa perubahan untuk kebaikan kita bersama,” tegas Politisi Partai Golkar Agusman Farasi.
Selanjutnya, sampah yang bertumpuk dan bertebaran segera ditangani, serta rumput liar yang tumbuh di sekitar area Pelabuhan segera dibersihkan. Seandainya anak perusahaan dibawah naungan PT. Pelindo tidak melaksanakan tanggung jawabnya selaku vendor segera di evaluasi tidak ada alasan untuk tidak melakukan pembersihan. Hasil Kunker ini kami pantau terus beberapa hari kedepan apakah sudah dibenahi sesuai harapan kita dari Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli,” kata Agusman.
Kita Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli beranggapan dengan kondisi ini PT. Pelindo Regional 1 Gunungsitoli tidak melakukan monitoring atau fungsi pemantauan di area Pelabuhan sehingga kondisi seperti saat ini berlarut-larut terabaikan apakah hanya sekedar duduk di Kantor saja setiap hari,” kata Agusman Farasi sambil tertawa.
Kesimpulan dari Kunker Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli, ketika Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli di wawancarai awak media Ridwan Saleh Zega menjelaskan bahwa beberapa bulan yang lalu masyarakat menjumpai kita atas keluhan besarnya tarif masuk bagi penumpang dan kepada pengantar’
“Kemudian terkait keluhan semerawut sampah diarea pelabuhan yang dikelolah oleh PT. Pelindo, kita berharap pembenahan segera dilakukan. PT. Pelindo telah berjanji satu Minggu kedepan segera membenahi jadi apa yang disampaikan oleh masyarakat betul adanya. Selanjutnya setelah kita tinjau tumpukan sampah itu ada, kemaren ada vidio yang kita dapatkan bahwa ada oknum petugas kebersihan Pelindo membuang sampah di laut.” terang Ridwan.
Selanjutnya, mengenai informasi retribusi biaya tarif penumpang yang hendak berangkat dari pelabuhan Gunungsitoli menuju Sibolga dan tarif kepada pengantar, menurut penjelasan pihak PT. Pelindo telah sesuai aturan, tentunya pihak Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli, tetap mengawasi kebenaranya apa itu sesuai aturan, atau bagaimana’
Terkait informasi karcis pungutan retribusi yang menggunakan lebel nama General Maneger Mulyono yang telah pensiun dua tahun lalu kita meminta Pelindo segera memberikan penjelas akurat, hal tersebut mereka berjanji segera melakukan perubahan.
“Mengenai Informasi adanya lokasi parkiran nginap mobil truk milik Pelindo dijalan Sirao tepat didepan Pos Satlantas Polres Nias ada petugas Pelindo melakukan penarikan retribusi sebesar Rp.50.000 namun pihak Pelindo tidak mengetahui, tentu kita tetap melakukan pemantauan kalau bukan Pelindo tentu ada oknum Pelindo pelakunya, tujuan pertama kunjungan kita pada hari ini dulu bahwa kita telah menyampaikan kepada PT. Pelindo keluhan kesah masyarakat, artinya akan kita ikuti terus sampai dimana PT. Pelindo membenahi diri, hasil konkret kunjungan hari ini positif ada,” tandas Ridwan Saleh Zega.
Dalam kegiatan tersebut Ridwan Zega sebagai Wakil ketua DPRD kota Gunungsitoli merasa kecewa atas tidak hadirnya GM. PT. Pelindo, dan menurut informasi juga jarang masuk kantor lebih banyak berada di luar Daerah hal tersebut sudah didapat informasi’ terbukti situasi di PT. Pelindo Regional 1 Gunungsitoli pada hari ini terkesan sangat tidak beraturan, dan pimpinan dari PT. Pelindo tidak berada di Kantor berada di di luar Daerah sehingga manajemen Pelindo banyak terbengkalai,” kesal Ridwan.
Apakah pihak DPRD Kota Gunungsitoli dalam hal ini memanggil pihak PT. Pelindo?
“Benar kita akan segera memanggil pihak PT. Pelindo terkait satu hal jawaban rancu yang dipertanyakan Komisi III DPRD tentang penyetoran bagi hasil PAD Pemko Gunungsitoli dari Pelindo karena adanya penyetoran melalui BPKAD setiap bulan menerima Rp.700.000 per bulan. Sebenarnya itu ada peningkatan setoran terutama di bulan Desember dan Januari sementara hasil Kunker Komisi III DPRD di BPKAD rata-rata menerima Rp.700.000 per bulan ini nanti akan kita jejaki kenapa ada kenaikan tarif tetapi setoran tetap sebesar Rp.700.000 di Pemerintah Kota Gunungsitoli,
“Kira-kira kapan dilakukan pemanggilan kepada pihak PT. Pelindo? “Dalam waktu dekat DPRD Kota Gunungsitoli segera memanggil saat ini sedang menyusun agenda rapat. Lembaga DPRD juga menerima informasi bahwa ada oknum Petugas Pelindo yang melakukan arogansi kepada penumpang seharusnya hal tersebut tidak terjadi sebagai pelayanan publik memberikan edukasi kepada masyarakat yang tidak paham aturan ini juga menjadi bahan kepada kita,” tegas Waktua DPRD Kota Gunungsitoli.
Menurut pemantau awak media dilokasi Kunker Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli tersebut, Humas PT. Pelindo Regional 1 Gunungsitoli, Ellingkari Hulu mengabaikan hal itu dibuktikan pada saat pelaksanaan Sidak ke area kerja Pelabuhan Gunungsitoli yang seyogianya harus di lengkapi penggunaan APD sebagai Visitor (Tamu) akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan,
“Maka dari itu masyarakat menilai Humas Pelindo Gunungsitoli Ellingkari Hulu adanya sikap sepele atau tindakan tersebut memang tidak terealisasi program-program SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja) diarea Pelabuhan Pelindo Gunungsitoli, apalagi menerapkan kepada para pekerja baik Buruh Bongkar/Muat (TKBM) maupun Pekerja di Pelindo sendiri, terkait kelengkapan kerja maka masyarakat heran, soalnya dalam video yang beredar hanya menejer Bisnis dan Teknik Sunar Dedi Handoko yang menggunakan APD sedangkan yang lain tidak. Ada apa ini tanggap masyarakat?
“Apakah pihak Pelindo memandang sebelah mata terhadap kunjungan Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli. Hal ini menunjukan Bobrok nya kinerja Pelayanan Humas PT. Pelindo Kota Gunungsitoli,” Cetus masyarakat yang melihat kunker tersebut. (Wardiy)