Kita Akan Melakukan Mindset dan Minded Kepada Masyarakat Terhadap Melestarikan Linkungan Hidup

45

MEDAN ketikberita.com | Mengingat sekarang sudah banyak Peraturan-Peraturan yang ada di Lingkungan Hidup, mulai dari Peraturan Undang-Undang Linkungan Hidup nomor 32 tahun 2009 Pasal 1 ayat 2 tentang upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan Fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan Lingkungan hidup yang meliputi Perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian.

Disini para Pejabat Pengawas melakukan penyesuian sampai dimana, semua kegiatan Yang sudah dilaksanakan Berdasarkan Undang-undang yang lama,karena sudah ada perubahan-perubahan UUD Cipta Kerja yang baru,memberikan perubahan tata cara pengawasan yang dilakukan. Makanya kita lakukan ini berupa Bimbingan Tehniks bagi Pejabat lingkungan hidup Daerah.

Supaya meningkatkan kembali pemahaman atau kita akan melakukan “Upgrade” ulang supaya tidak “lemot” Thingking Pejabat kita. Karena supaya tertib kembali setelah ada Peraturan yang baru yaitu Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020 Pasal 21berbunyi “Dalam Rangka memberikan kemudahan bagi setiap orang dalam memperoleh persetujuan lingkungan.

Dan Lingkungan hidup adalah Kesatuan Ruang dengan sebuah benda, daya, keadaan dan Mahluk hidup termasuk manusia dan prilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan Perikehidupan dan Kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Hal tersebut di ungkapkan Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Tedi Supriyatna SH di temui wawancara di Hotel Le Polonia Senin 22/11/2021.

Lanjut Tedi bahwa Lingkungan Hidup ini masih Minus kita sebagai Manusia mempunyai perhatian yang tinggi, mungkin kalau bahasa kita agak “Sepelelah” kita dengan Melestarikan Lingkungan Hidup.

Jadi disini lah kita peran penting dari Pemerintah melakukan Jemput Bola memberikan Edukasi kepada masyarakat. Maka nya kita mengorbitkan Peraturan Ranperda tentang Pengolahan Sampah. Kebetulan kita hari Sabtu dan Minggu (20-21 bulan November 2021) melakukan Bersih-bersih Sungai Danau Siombak dengan menebarkan Ecoenzim untuk membuang Bakteri-Bakteri yang jahat.

Disinilah Gerakan Satu Asah, Satu Asih dan Satu Rasa kita di Pemerintah terhadap Lingkungan Hidup. Sebenarnya kita sebagai manusia silahkan menjalankan kehidupan sedemekian rupa warna,tapi ingat jangan kita tidak peduli dengan Lingkungan, percuma aja kita mencari nafkah kerja, jika Pelestarian Lingkungan kita tercemar dengan gawat. Itu kan bisa merusak Paru-paru Jantung manusia, jika menghirup udara yang tidak segar.

Lanjut Tedi mengharapkan agar kita semua baik di tingkat Pejabatnya maupun Masyarakatnya, minimal janganlah buang Sampah sembarangan di jalan, kita sering makan di mobil atau di kereta membuang sampah di jalan raya, itu membuat kotor Kota Medan tercinta. Lalu kita semua sering terkadang suka lupa atau “Sepele” buang sampah di Sungai, maka kalau terlalu banyak sampah di sungai akan tersumbat Saluran Air Sungai tersebut.

Marilah kita menjalankan apa yang sudah menjadi Kebijakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sesuai Visi dan Misi sekaligus Pak Gubernur selalu menjalin Program-Program nyata terhadap Lingkungan Hidup, sekaligus beliau mengharapkan kepada Masyarakat Kota Sumut khususnya Kota Medan agar selalu Melestarikan Lingkungan Hidup.

Nah sekarang kita mencoba merubah Pola Mindsit dan Minded (Merubah Pola Pikir sekumpulan manusia menjadi Merubah Berpikiran Secara Terbuka) atau kita semua agar Lingkungan bersih itu sangatlah penting sekali.

Jadi sekali lagi jangan lah buang Sampah Sembarangan di Sungai dan di Jalan raya, itu sangat merugikan kita sendiri,bahkan bisa mengakibatkan Banjir jika membuang Sampah di Sungai, selain menguap bau dan merusak Jantung Manusia serta bisa Wajah Kota Medan menjadi tidak menarik lagi dipandang Kota Lain.

Karena Kota Medan pada tahun 2003 dan 2004 di Pimpin Walikota Medan mendapatkan Adipura.Ungkap Tedi diakhir Wawancara dengan Senyum. (Said Kamal Dewak S.Sos)