Kini, Pengawasan Kebersihan di Kecamatan Lebih Fokus

48

MEDAN ketikberita.com | Wali Kota Medan, Bobby Nasution memberdayakan aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan, sampai lingkungan untuk mewujudkan Medan yang bersih dan indah. Perwal Nomor 18 Tahun 2021 yang mengatur tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan kepada Camat di Lingkungan Pemko Medan pun diterbitkan.

Tanggung jawab memelihara kebersihan, mengangkut sampah, dan sanitasi kota ini beralih ke kecamatan. Penanganan, termasuk pengawasan kebersihan di wilayah-wilayah kecamatan jadi febih fokus, efektif, dan efisien.

“Kebijakan pelimpahan sebagian wewenang pengelolaan persampahan ini membuat penanganan kebersihan di wilayahnya menjadi lebih kondusif dan terarah.Pemantauan dan pengawasan menjadi lebih efektif,” ucap Camat Medan Belawan, Subhan Fajri Harahap, S.STP., M.A.P. kemarin, di Medan Belawan.

Didampingi Plt Sekcam Medan Belawan, Robby Kurniawan, Subhan mengatakan, Pemko Medan mempunyai lima program prioritas. Salah satunya adalah kebersihan.
“Kita di kecamatan punya tanggung jawab yang besar untuk menjalankan program ini dengan baik dan tepat,” ungkap.

Dia menyebutkan, pengangkatan sampah setiap harinya dilakukan mulai pagi sampai pukul sore. Malam harinya, dilakukan penyisiran sampah di sepanjang jalan protokol.

“Penyisiran ini dilakukan oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU). Dengan demikian, keesokan harinya, petugas tidak kewalahan karena volume sampah berkurang,” sebut Subhan.

Plt Sekcam Medan Belawan, Robby Kurniawan, S.E., M.M., menambahkan, jumlah petugas kebersihan di wilayahnya sebanyak 59 orang. Sarana dan prasarana yang ada saat ini yakni becak bestari sebanyak 10 unit, mobil typer 3 unit, mobil convektor 3 unit, dan mobil ambrol 1 unit.

Menurut Robby yang juga menjabat sebagai Kasi Sarana dan Prasana Kecamatan Medan Belawan mengatakan, sarana dan prasarana ini perlu ditingkatkan untuk meningkatkan pelayanan kebersihan di wilayah Medan Belawan. Pihaknya juga saat ini telah berupaya agar di Kecamatan ini ada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tetap.

Disebutkannya pula, pihaknya juga telah melakukan pemetaan. Salah satunya adalah pemetaan wilayah yang rawan sampah. “Wilayah rawan sampah itu ada di Kelurahan Belawan I dan Bagan Deli. Penyebabnya adalah muara sungai dengan sampah bawaan, limbah industri, dan sampah liar. Karena itu, kami terus melakukan penanganan dan pengawasan di wilayah yang rawan itu,” sebut Robby Kurniawan.

Subhan mengatakan, Wali Kota memang telah mendorong mereka untuk membangkitkan kesadaran masyarakat untuk dapat mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis. Dia mengatakan, sebagian masyarakat Medan Belawan kini sudah menyadari bahwa sampah bisa diolah menjadi bernilai ekonomis.

Subhan mengatakan, pihaknya juga terus berkolaborasi dengan bank sampah agar penanganan kebersihan dapat berlangsung dengan baik dan memberi manfaat bagi semua pihak.

“Pimpinan kami telah memberi amanah kepada kami, amanah itu harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Apalagi pekerjaan kami saat ini harus mempunyai target dan sasaran yang jelas,” sebutnya.

Secara terpisah, tokoh masyarakat Medan Belawan, Jaya Saputra, Amd menilai, kebijakan Wali Kota mengalihkan sebagian kewenangan pengelolaan sampah kepada pihak kecamatan membuat penanganan sampah di wilayah jadi lebih fokus, efektif, dan efisien serta proses monitoring menjadi lebih maksimal lagi.

Dia menilai, sejauh ini pimpinan wilayah di Medan Belawan tampaknya terus berusaha mengikuti ritme kerja Bobby Nasution.

Diharapkan, kondisi yang kondusif ini terus ditingkatkan sehingga masyarakat semakin merasakan pelayanan pemerintah dalam penanganan kebersihan. (er)