Kepala KPw BI Sumut : Manfaatkan Kanal Digital Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

198

MEDAN ketikberita.com | Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi menyampaikan pada Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 41,35% (yoy) mencapai Rp27,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 46,53% (yoy) menjadi Rp 3732,8 triliun.

Di mana, Bank Indonesia pada tahun 2022 memproyeksi transaksi e-commerce naik menjadi Rp526 triliun atau sebesar 31,2 % dari capaian tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp401 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah salahsatu pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi.

“Faktor kemajuan teknologi, digitalisasi produk dan layanan keuangan, serta aktivitas bisnis online dapat mendukung UMKM dalam mempertahankan pendapatan dan bisnis di tengah pandemi Covid-19, “terang Doddy Zulverdi saat memberikan kata sambutannya di Pre Event (Road to) FEKDI KPw BI Sumut 2022 Semarak Digital Sumut yang digelar secara zoom meeting, Kamis (24/03/2022).

Di kegiatan bertemakan Transaksi Digital Untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut, Doddy Zulverdi juga mengatakan sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran di Indonesia. Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi dan memperkuat sistem pembayaran yang CEMUMUAH (cepat, mudah, murah, aman, dan handal) sejalan dengan upaya peningkatan konsumsi masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi.

“Peningkatan akseptansi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja secara daring perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan Bank Indonesia. Inovasi sistem pembayaran terus didorong, termasuk pengembangan infrastruktur BI-FAST dan akseptasi transaksi QRIS melalui perluasan layanan, pendampingan kepada peserta, dan edukasi kepada masyarakat, “ucapnya.

Guna meningkatkan konsumsi masyarakat, Bank Indonesia juga mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai komunitas. Bank Indonesia berkomitmen untuk mendorong jumlah pengguna QRIS melalui Program 15 Juta Pengguna Baru di tahun 2022.

Untuk mendukung capaian tersebut bilangnya lagi, Sumatra Utara ditargetkan dengan penambahan 980 ribu pengguna baru QRIS atau secara akumulatif menjadi 1,34 juta pengguna QRIS di akhir tahun 2022. Untuk itu, Bank Indonesia bersama dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran akan terus berupaya memberikan kemudahan dalam pemanfaatan transaksi non-tunai di berbagai lapisan masyarakat.

Masih diterangkannya lagi, pada talkshow kali ini, KPw BI Sumut menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten yang diharapkan mampu mendorong penggunaan layanan keuangan digital dalam kegiatan transaksi antara pelaku usaha dan konsumen di Sumatera Utara.

“Besar harapan kami Semarak Digital Sumut dapat menjadi salahsatu kegiatan yang dapat membuka wawasan para pelaku usaha, masyarakat umum termasuk di antaranya generasi muda untuk memanfaatkan kanal digital dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, “tutup Doddy Zulverdi mengakhiri penjelasannya. (red)