Kepala Desa Pir Tran Sosa IV Diduga Alergi Wartawan

206

PADANG LAWAS (Sumut) ketikberita.com | Seorang kepala desa merupakan pimpinan tertinggi di desa yang menjalankan roda pemerintahan bersama-sama dengan masyarakatnya dalam hal untuk membangun dan menciptakan masyarakat yang sejahtera,adil dan makmur.

Menurut pantauan tim media di lapangan masih banyak karakteristik para Kepala desa di Kabupaten Padang Lawas yang sering menghindar jika di jumpai para awak media salah satunya ialah kepala desa Pir Tran Sosa IV yang diduga selalu sibuk dengan urusan bisnisnya di luar desa.

Karakteristik seorang kepala desa yang terkesan menghindar dari para kuli tinta atau wartawan seakan ada praduga yang disembunyikan sang kades dari para wartawan.
Sebenarnya para awak media hanya ingin sekedar mencari informasi dari pihak pemerintahan desa sehingga bisa dipublikasikan untuk di konsumsi masyarakat banyak sesuai dengan kode etik profesi seorang wartawan atau jurnalis.

Ketika dua orang media berkunjung ke kantor desa tran pir sosa IV Kecamatan Hutaraja Tinggi Kabupaten Padang Lawas dengan maksud dan tujuan sekedar bersilahturahmi sambil berkordinasi terkait anggaran pembangunan pagar kantor desa yang sedang dibangun di tahun anggaran 2021.

Salah satu wartawan media on line yang ikut berkunjung ke kantor desa Tran Pir Sosa IV mengatakan kekecewaannya sesampainya kami di sana sang kepdes tidak ada di tempat kami hanya berjumpa dengan dua pekerja pada pembangunan pagar kantor desa mereka mengatakan, “Pak kades tidak ada di kantor beliau sedang berada di rumahnya”, ungkap salah satu pekerja tersebut.

Kemudian team media langsung berkunjung ke rumah pak kades yang langsung bertemu dengan ibu kades beliau pun mengatakan kepada awak media, “pak kades tidak ada di rumah”, lalu salah satu awak media on line langsung menghubungi Pak Kades Via Hp tapi sayang hpnya tidak dijawab sampai kami sms pun tidak pernah di balas.

Sungguh sangat disayangkan karakter kades Tran Pir Sosa IV yang seharusnya memberikan contoh yang baik terhadap para wartawan yang tidak lain merupakan mitra kerja suatu pemerintahan.

Oleh karena itu kami sebagai mitra kerja dalam pemerintahan sangat berharap kepada bapak bupati Kabupaten Palas juga Bapak Camat Huragi agar bisa memberikan pencerahan kepada sang kades terkait undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. (Rh)