Kepala BI Sumut: Sinergi dan Koordinasi Wujudkan PEN 2021

35

MEDAN ketikberita.com | Sejalan dengan pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat (foto) optimis pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada 2021 dapat terwujud dengan penguatan sinergi dan koordinasi.

“Ada lima kebijakan yang harus dilakukan untuk memperkuat pemulihan ekonomi regional,” kata Wiwiek pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 di Hotel Adimulia, Medan, Kamis (3/12/2020).

Kelima kebijakan itu yakni pertama penanganan COVID-19 yang efektif, kedua mendorong proses pemulihan sektor prioritas yang aman dan produktif, ketiga mengawal kelanjutan investasi korporasi dan dukungan kebijakan perbaikan iklim investasi, terutama terkait pelaksanaan UU Cipta Kerja.

Sedangkan keempat mendorong realisasi fiskal dan kelima mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui penguatan pelaku usaha UMKM.

Wiwiek juga menyebutkan di tengah optimisme perbaikan ekonomi pada 2021, terdapat 3 tantangan yang harus segera diatasi.

Ketiga tantangan itu yakni pertama risiko COVID-19 perlu terus diwaspadai karena dapat menahan perbaikan perekonomian, kedua rendahnya kemandirian fiskal serta pola belanja pemerintah yang masih bersifat back-loading dan procyclical dan ketiga rentannya UMKM terhadap ketidakpastian ekonomi dalam jangka pendek.

Menurutnya momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak, baik Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan dan berbagai pihak lainnya.

Senada dikatakan Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi. Dia menekankan momentum pertumbuhan positif ini harus dijaga, di tengah berbagai tantangan yang ada.

Pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung, katanya diprakirakan semakin meningkat.

Pada 2021, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh mencapai 4,8% – 5,2% (yoy), lebih tinggi dari 2020, didukung pertumbuhan positif dari konsumsi dan investasi yang disertai solidnya kinerja net ekspor.

Konsumsi rumah tangga meningkat dengan menguatnya pendapatan yang didukung perbaikan penyerapan tenaga kerja serta berlanjutnya program PEN dan bantuan sosial.

Konsumsi pemerintah juga menguat dengan kinerja penerimaan yang lebih baik sehingga belanja dapat lebih ekspansif.

Seiring dengan perbaikan di sisi permintaan, seluruh lapangan usaha utama diprakirakan mengalami akselerasi pertumbuhan.

Tekanan inflasi diprakirakan meningkat di 2021 sejalan dengan pemulihan ekonomi.

Di bidang sistem pembayaran, perluasan sejumlah kebijakan akan terus dilakukan, seperti QRIS dan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP).

PTBI diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Paparan ini sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia.

Pertemuan selain dihadiri Gubsu juga unsur Forkopimda, Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan konsulat negara sahabat.

Sedangkan tema yang diangkat dalam PTBI 2020 adalah “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”.

Pada PTBI itu Bank Indonesia Sumut juga memberikan penghargaan (BI Award) 2020.

Penghargaan itu 6 kategori pendamping UMKM terbaik, pendamping klaster terbaik, bank dengan penukaran UPK Rp75.000 terbanyak, Instansi Pemerintah Pusat, dan Lembaga Pendukung Pemerintah Provinsi.

Penghargaan ini dilakukan secara tahunan, disatukan dengan acara PTBI, sebagai apresiasi dan sekaligus pengakuan kepada para mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas-tugas Bank Indonesia.

Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi antara BI dan para stakeholders yang bersama-sama mendukung pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. (er)