Kehadiran Kaum Milineal Dibutuhkan Dalam Perubahan Di Kota Medan

74

MEDAN ketikberita.com | Kehadiran kaum milenial sangat dibutuhkan dalam sebuah perubahan di Kota Medan. Dengan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki, kaum milineal dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemko Medan guna melakukan penataan pembangunan untuk menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara ini menjadi lebih baik ke depannya.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman dalam diskusi Kolaborasi Anak Muda Indonesia yang diselenggarakan Half Indonesia bertemakan “Pemuda dan Entrepreneur Digital” di La Fagmilia Café and Restro Jalan Sei Serayu Medan, Minggu (25/9).

Dikatakan Aulia Rachman, pentingnya kamum milineal dalam perubahan sesuai dengan kalimat legenda yang sempat dipekikkan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niccaya akan kuguncang dunia”. Makna kalimat legenda ini, ungkapnya, menjadi kalimat inspirasi bagi kaum millenial.

“Dimana Bung Karno sebagai Pemerintah dan 10 pemuda yang memberikan inovasi dalam perubahan tersebut sehingga saling bersinergi melakukan perubahan untuk lebih baik,” ungkapnya. “Anak-anak muda ini yang memberikan masukan, apa yang bisa dibantu. Itu poin penting. Saya berbicara dengan Half Indonesia, apa yang dilakukan kalau tidak ada campur tangan Pemerintah. Kita butuh sebuah regulasi,” imbiuhnya.

Aulia Rachman selanjutnya mengingatkan kepada para kawula muda untuk menggunakan kepintaran dengan suatu kepuasan, jangan dengan sebuah nafsu agar tidak terjadi sebuah kehancuran. Dikarenakan keimanan dan kepintaran, tegasnya, tak dapat terpisahkan.

Lanjut Aulia Rachman, sangat disayangkan jika kepintaran para kaum millenial tak dimanfaatkan pada kemaslahatan umat bahkan dilakukan untuk kepentingan pribadi. “Kenapa saya berbicara seperti ini, sebagai Pemerintah kok berbicara seperti ini, supaya kalian ke depannya memimpin Kota Medan ini dengan motivasi lebih baik. Kami akan meninggalkan kursi ini. Tapi kalian yang melanjutkan dengan sebuah perubahan,” tambahnya.

Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, kata Aulia Rachman, peduli akan perkembangan kreasi untuk memajukan kawula muda. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, jelasnya, telah dilakukan sejumlah pelatihan seperti pelatihan marketing digital, barista, barbershop, tenun dan lainnya sebagai dukungan membentuk dasar keahlian agar dapat siap berwirausaha.

“Pemerintah juga tidak akan bisa berinovasi dengan program-program apabila tidak ada masukan dan tidak ada orang yang bisa kita berikan bimbingan maupun pelatihan dengan menggunakan anggaran tersebut. Masukan dari para pemuda seperti Half Indonesia ini, maka akan ada regulasi. Sederhananya, gunakan imajinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah. Beri masukan pada Pemerintah,” ujarnya.

Diutambahkan Aulia Rachman lagi, Pemko Medan saat ini sedang melakukan pendataan secara detail agar dapat mewujudkan inovasi anak muda ke dapannya guna melakukan perubahan lebih baik kedepannya untuk masyarakat. “Half Indonesia harus berkolaborasi dengan Pemerintah untuk mendapatkan regulasi yang jelas dari program Pemerintah,” sebutnya.

Sementara itu Mikail Azizi Baswedan sebagai CO Founder Half Indonesia mengatakan, anak muda bergerak dengan apa yang dikolaborasikan dengan Pemerintah sehingga terbentuk sebuah gagasan. “Berhijrahlah dari pemuda yang kurang baik menjadi yang baik,” ajak Mikail.

Sedangkan Ibrahim Irwan selaku Chairman Half Indonesia menyampaikan, representasi dari hubungan generasi millenial dan generasi Z. Dijelaskannya, generasi millenial memiliki 3 C yakni Confident (percaya diri), Creatif (kreatif) dan Colab (kolaborasi), sehingga diharapkan pemuda Indonesia dapat memajukan kreasinya terutama dibidang kewirausahaan. (er)