Kakek 65 Tahun di Tebing Tinggi Ditangkap Polisi, Cabuli Enam Anak Dibawah Umur

155

TEBING TINGGI (Sumut) ketikberita.com | Memiliki dua istri tak cukup baginya, Kakek berambut putih berinisial MW alias A (65) disinyalir telah melakukan perbuatan asusila atau pencabulan terhadap enam orang anak di bawah umur. Saat ini pelaku MW alias A, telah ditangkap dan ditahan personil Sat Reskrim setelah keluarga keenam korban melaporkan pelaku ke Polres Tebingtinggi.

Kepada wartawan media ini, Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso S.IK, melalui Kasubbag Humas AKP Joshua Nainggolan Senin (1/2) di Maolres Tebingtinggi, membenarkan bahwa telah menangkap pelaku MW alias A warga Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi. Pelaku diamankan oleh personil Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tebingtinggi, Rabu (17/2).

Diceritakan Kasubbag Humas, bahwa pelaku telah diamankan warga dirumahnya, sebelum petugas datang untuk mengamankannya. Pelaku Kakek MW alias A, disinyalir telah mencabuli enam orang anak perempuan di bawah umur. Keenam keluarga korban telah membuat laporan pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi,” ujarnya.

Selanjutnya, Kasubbag Humas mengatakan bahwa semua korban pencabulan adalah tetangga dekat pelaku, keenam korban berusia sekitar 12 tahun. Sangat disayangkan dari keenam korban kebejatan Kakek MW alias A tidak lain adalah cucu kandungnya sendiri, katanya.

Ditambahkan Kasubbag Humas, bahwa saat diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas, Kakek MW alias A, hanya mengakui melakukan perbuatan cabul tersebut kepada tiga orang saja dan mengakui bahwa salah satu dari keenam korban perbuatan cabul itu adalah cucu kandungnya sendiri, jelasnya.

Diterangkan Kasubbag Humas, bahwa “setelah diperiksa petugas Kakek MW alias A kepada wartawan mengaku “gemes” terhadap korban-korbannya. Kakek MW alias A, mengatakan kalau korbannya sering sekali meminta uang kepadanya sehingga dirinya nekat untuk melakukan perbuatan cabul tersebut, dengan cara menyentuh kemaluan korban dengan tangannya,” terangnya.

Akan tetapi, sebut Kasubbag Humas “bahwa Kakek MW alias A, hanya mengaku mencabuli tiga orang saja dan dalam aksi cabulnya Kakek MW alias A mencabuli para korbannya secara terpisah dan tidak bersamaan,” sebutnya.

Atas perbuatan cabul yang dilakukan Kakek MW alias A terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu RI No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara, papar Kasubbag Humas menyudahi keterangan. (Ardian)