Kadis Kominfo Sumut Yakinkan Semua Pihak Gubsu Hormat kepada Ulama

42

MEDAN ketikberita.com | Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara Irman meyakinkan semua pihak bahwa Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi sangat menghormati dan menyayangi masyarakat, termasuk para ulama dan pemuka agama.

“Yakinlah saya percaya penuh Bapak Gubsu sama sekali tidak memiliki tendensius sedikitpun untuk tidak menghormati rakyatnya, apalagi ulama dan pemuka agama,” tegasnya menjawab wartawan di Medan, Minggu (17/1/2021) sore.

Hal ini ditanyakan wartawan sehubungan munculnya sementara berita ada ulama mengaku seolah-olah mendapat perlakuan dan kata-kata kasar dari Gubsu ketika mereka memperkuat permohonan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Madina.

Kadis Kominfo Sumut Irman menyatakan dirinya memang tidak berada di lokasi dimaksud karena lagi tidak mendampingi Gubsu sehingga tidak melihat langsung dialog antara Gubsu dengan ulama dari Madina itu.

Namun dengan tegas dia yakin apa pun yang disampaikan Gubsu tidak bermaksud untuk tidak hormat, melainkan substansinya memberi keyakinan bahwa pembelajaran tatap muka belum diizinkannya karena belum memungkinkan.

“Jadi saya harap dengan sangat hormat kepada kita semua jangan lah berprasangka melainkan hayati dan fahami substansinya. Yakinlah Bapak Gubsu tidak pernah tidak menghormati semua pihak, apalagi ulama dan tokoh agama,” ujarnya.

Menurut Irman, substansi sebenarnya adalah mengingat pandemi Covid 19 belum berakhir, oleh karena itu guna memutus mata rantai penularan, Provinsi Sumut belum mengijinkan buka sekolah secara tatap muka. Hal ini juga berlaku di provinsi lain seperti Riau, Jabar dan DKI yang juga belum mengijinkan sekolah secara tatap muka.

Irman memaparkan kebijakan Satgas Covid 19 dan Pemprovsu, dalam pelaksanaan Belajar Tatap Muka adalah, setelah memperhatikan perkembangan covid 19 saat ini dan masukan dari para ahli ( dekter anak, psikolog, dokter ahli lainnya dan guru besar pendidikan dan lain-lain) maka saat ini belum diperkenankan dan diijinkan Pembelajaran Tatap Muka silahkan tetap Daring seperti selama ini.

Jika ada suatu daerah yang ingin membuka Belajar Tatap Muka, terlebih dahulu meminta ijin, selanjutnya dibahas bersama dengan melibatkan para ahli dan setelah ijin diberikan baru boleh dilaksanakan.

Gubsu selaku Ketua Satgas dengan memperhatikan dan mempedomani edaran dari Menteri Pendidikan serta melihat kondisi yang ada, khawatir jika sekolah dibuka akan menjadi “cluster baru” penyebaran Covid 19, seperti terjadi di Jepang, Korea dan beberapa daerah di Indonesia.

“Hakekatnya Gubsu sayang dan peduli dengan kualitas pendidikan dan moralitas tapi beliau juga peduli terhadap kesehatan dan keselamatan guru, murid dan orang tua jika pembelajaran tatap muka dilaksanakan,” ujar Irman. (red)