Kabid Layanan dan Pemuda Budi Syahputra S.Sos.M.Si, Pemuda Harus Bangkit Di Masa Zaman Era Digital

161

MEDAN ketikberita.com | Pada zaman Era Digitalisasi tahun 2021 sekarang Pemuda Indonesia khususnya Pemuda Sumatera Utara harus Bangkit. Mengingat dampak Covid 19 ini memang harus diadakan alat Digital, karena sudah tidak zaman lagi kita tatap muka dan tidak harus hadir setiap ada Acara pertemuan.

Setiap ada acara kita harus pakai surat untuk mengundang elemen masyarakat, sekarang kita di Pemerintahan harus juga mempunyai Digital,jadi setiap acara kirim pakai Via Website dan Via Email aja.

Sekarang ini sangatlah susah, bagaimana kita memberikan kepada Organisasi tanpa kita input datanya, makanya sekarang diperlukan Big Data, agar semua Organisasi di Sumatera Utara agar diberi bantuan, pada Moment acara Diskusi ini antara Pemerintah Dispora dengan semua Organisasi, sama-sama kita menyadari pentingnya sebuah kerjasama antara Organisasi dengan Pemerintah berbasis Digital.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Layanan dan Kepemudaan Budi Syahputra S.Sos.M.Si usai acara Dialog ” Kepemimpinan Dan Organisasi Kepemudaan di Era Digital” Hotel Madani Selasa (9/11/2021).

Lanjut Budi bahwa dengan Dialog antara Pemuda dan Pemerintah dengan Take Line “Bersatu Bangkit Kita Tumbuh” di akhir tahun 2021 ini, kita mengajak teman-teman untuk Semangat Kita Bangkit dan Tumbuh, sekarang ini kita melihat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yakni Dispora sudah melakukan perhatiannya kepada Pemuda di Sumatera Utara khususnya Pemuda di Kota Medan.

Dan bukannya di bidang Olahraga tapi di bidang Kepemudaan juga sudah ada perhatian kami di Dispora.Tapi pertanyaannya Pemuda mana yang harus kami perhatikan, makanya kami butuh data agar kami bisa lebih serius memperhatikan Pemuda secara Spesifik.

Walaupun sampai sekarang secara Organisasi Pemuda ini sudah ada wadahnya. Karena zaman sekarang ini merupakan zaman yang bebas, terlalu banyak organisasi Pemuda sampai terjadi dualisme.Makanya sekarang inilah kita mulai mengarahkan membuat khusus data Kepemudaan namanya “Data Simuda” artinya Data Sistem Informasi Kepemudaan bebas Elektronik. Tujuannya setiap ada kegiatan Kepemudaan Pemerintah tau dan kelihatan acaranya. Dan Pemuda usai membuat kegiatan bisa melaporkannya kepada Pemerintah. Ketika para Pemuda butuh sesuatu sesuai kebutuhan, Pemerintah pun cepat memberikannya.

Ditanya Jurnalis Ketikberita.com dimana titik kendala Pemuda bisa tersumbat Komunikasi antara Pemuda dan Pemerintah,sehingga kegiatan berjalan lambat. Budi menambahkan kendalanya ada di Anggaran, tidak begitu banyak Anggaran untuk di Relokasi kan ke Pemuda, kalau di Olahraga ada namanya dana Hibah,nah kalau di Kepemudaan kan tidak ada dana Anggaran Hibah. Sementara permintaan tidak ada dari Pemuda, sementara jika Bidang Kepemudaan diberi dana hibah, disalahartikan dan ujungnya ke KPK. Jadi sekarang ini dengan adanya kegiatan Diskusi,akan Sistem nanti yang mengarahkan dengan baik.

Ditanya Jurnalis Ketikberita.com berapakah sebenarnya anggaran di Kepemudaan,kabarnya 3,5 M dari 106 M. Budi mengatakan Anggaran khusus untuk Pos di Kepemudaan itu tidak sampai 3,5 Miliar,anggaran untuk Pos Kepemudaan itu hanya sekitar 3,2 Miliar untuk tahun 2022. Tapi itu masih dalam pembahasan di Dewan. Kami dari Dispora Kepemudaan harus juga ada kejelasannya berapa sebenarnya Anggaran di Dispora.

Makanya harus ada lintas sektoral yang mendorong agar Anggaran Kepemudaan itu bukan hanya di Dispora aja, ada di Disnaker, ada di Disperindag, di Dinas Koperasi, di Dinas Kesehatan dan Dinas lainnya, ada 7 dinas Lintas Sektoral Kepemudaan, jadi kalau seandainya Pemuda mau buat Perda Kepemudaan bisa kita  Perdakan, maka jelas untuk Anggaran Pemuda di Dispora bisa kita Pos Anggaran kan sampai 20%.

Makanya kita harus butuh payung hukum, jadi kita para Pemuda harus siapkan kerangka hukum Organisasinya, ketika kita minta jelas ada Organisasi Pemudanya. Dan kami dari Bidang Kepemudaan minta mengusulkan juga kan pasti ditanya ” Siapa Organisasi Pemuda” yang minta. Ini kan berbahaya bisa jadi temuan juga nantinya. (Dewa)