Jelang HUT RI, Bintang Bahasa Peran dan Fungsi TNI Guna Perkokoh Persatuan dan Kebersamaan Di Masa Pandemi

88

ACEH TAMIANG ketikberita.com | Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 76 Tahun, Humas Setdakab Aceh Tamiang kembali menggelar Talkshow BINTANG (Bincang Aceh Tamiang) di Ruang Kabag Humas pada Jum’at (13/08/2021).

Mengusung tema “Dengan Semangat Proklamasi Kita Perkokoh Persatuan dan Kebersamaan di Masa Pandemi Covid-19 Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh” Tim Kreatif mengundang Dandim 0117/Aceh Tamiang, letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita sebagai narasumber.

Mengawali perbincangan, Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, S.STP, M.Si selaku Host mempertanyakan fungsi dan tugas TNI dalam mempertahankan Keutuhan NKRI sebab melihat kondisi Aceh yang sudah merasakan bebas dari konflik. Menanggapi hal tersebut Dandim 0117/Aceh Tamiang mengakatan bahwa tugas pokok TNI sesuai dengan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1).

“Tugas pokok TNI sesuai dengan UU No.34 tentang TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara.

Perang secara fisik untuk saat ini memang hampir tidak ada, akan tetapi perang melalui dunia maya (Cyber War) menuntut kita bagaimana cara menggunakan media lebih efektif yang tidak menimbulkan kerugian personil maupun materil”, ungkap Dandim.

Selain itu, TNI memiliki tugas operasi militer selain perang. Dalam hal ini Dandim juga menyampaikan bahwa TNI berperan mengatasi separatisme, terorisme dan membantu Pemerintahan Daerah maupun turun langsung dalam penanggulangan bencana alam. Akan tetapi TNI juga memiliki kegiatan rutin dalam memelihara dan meningkatkan keterampilan perang sebagai antisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI.

“TNI ada tidak hanya untuk perang, tetapi kegiatan kami sudah di adopsi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami punya program ketahanan pangan, program komunikasi sosial. Apalagi pandemi saat ini, kami harus berperan aktif untuk membantu unsur terkait membina masyarakat Aceh Tamiang. Sesuai dengan slogan kami “Baik-baik dengan Rakyat” sehingga respon masyarakat juga baik”, ujarnya.

Terkait slogan “TNI Kuat Bersama Rakyat”, Dandim juga mengatakan bahwa Rakyat sebenarnya Ibu Kandung dari TNI. Semua yang dilakukan oleh para TNI merupakan untuk rakyat.

Perihal masyarakat yang tidak percaya akan adanya Virus Corona dikarenakan maraknya berita Hoax, Dandim mengakui bahwa Corona itu nyata sebab beliau merupakan seorang penyitas (pernah terpapar virus Covid-19). Meskipun beliau adalah orang yang pola hidup teratur dan menjalankan protkes secara ketat bahkan sudah divaksin.

“Saya tidak malu mengakui bahwa Saya seorang penyitas. Vaksin ini tidak menjamin untuk kita tidak terpapar, akan tetapi vaksin mengurangi resiko gejala jika kita terpapar. Disiplin kita yang akan melindungi kita” ujarnya lagi.

Dimasa Pandemi, TNI beserta unsur terkait tanpa lelah menghimbau masyarakat mematuhi protkes, mendampingi pelaksanaan vaksinasi bahkan melakukan tracing serta mendata tamu-tamu luar negeri yang masuk dan menjaga perbatasan guna menanggulangi penyebaran virus ini.

“Kita berupaya melindungi diri tetapi kita juga harus melindungi masyarakat Aceh Tamiang”

Disela-sela talkshow, dilakukan pemutaran video terkait kegiatam Kodim 0117/Aceh Tamiang dibawah kepemimpinan Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita.

Dalam video tampak Kodim 0117/Aceh Tamiang memberikan sembako dan bendera di Kecamatan Bendahara, Banda Mulia dan Manyak Payed serta gotong royong dalam menyambut HUT RI ke 76.

Merayakan Kemerdekaan Indonesia di tengah pandemi dengan serba keterbatasan, Dandim mengatakan bahwa menghirup nafas dengan nyaman juga merupakan sebuah kemerdekaan. Semua aturan pemerintah juga untuk melindungi masyarakat.

Mengakhiri perbincangan, Dandim Yusuf Adi berpesan kepada masyarakat untuk tidak melupakan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila. Dan juga tanpa lelah mengingatkan masyarakat untuk menjaga diri agar Pandemi ini segera berlalu.

“Saat ini sudah banyak masyarakat yang lupa akan dasar Negara kita. Bagaimana kita bisa mengimplementasikan butir-butir Pancasila kalau kita saja tidak hapal bahkan lupa butirnya. Dasar Negara ini harus menjadi pegangan hidup kita sebab kelima pasal ini mengakomodir hidup kita. Dan Saya juga berpesan untuk tetap semangat, tetap terapkan protokol kesehatan sebab yang dapat menyelamatkan diri kita hanyalah kita sendiri” tutup Dandim Yusuf. (ABS)