Jelang Akhir Tahun, LMPI Kabupaten Tangerang Dimotori Zarkasih Giat Bedah Rumah

182

TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Gotong royong adalah budaya yang masih melekat dan wajib dipertahankan oleh masyarakat di Negeri tercinta, gotong royong juga merupakan tatanan kehidupan yang masih diterapkan dalam keseharian pada kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia baik itu di kota-kota besar juga di pelosok pedesaan masih terjaga sampai saat ini, Jum’at (31/12/2021).

Semangat gotong royong selalu dibudayakan dalam jiwa para anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) yang bersinergi dengan elemen Pemerintahan Kecamatan Mekar Baru, MAC LMPI Mekar Baru yang berkolaborasi dengan MARCAB Kabupaten Tangerang-Banten lakukan giat bedah rumah yang dimulai pada Kamis 30 Desember 2021.

Zarkasih selaku Sekretaris Jendral MARCAB Kabupaten Tangerang yang dampingi para Jajaran dan Ketua MAC Mekar Baru dalam wawancara exclusive nya mengatakan.

“Semangat LMPI dalam membantu masyarakat merupakan budaya, kami ada dalam rangka giat sosial bergotong royong, melakukan bedah rumah milik saudara Farid, kira menjadi amal kebaikan bagi kami”tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua MAC LMPI Mekar Baru saat mengadakan kegiatan giat bedah rumah milik seorang warga bernama Farid Firmansyah, yang beralamat di Kampung Gandaria Malang RT/RW 001/002 Desa Gandaria Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang.

“Saya sebagai lembaga kontrol sosial terketuk hati dan berinisiatif untuk bahu membahu mendirikan rumah dengan bahan seadanya, bersama anggota LMPI dan warga sekitar, setelah mendapatkan laporan yang dari warga lain’nya bahwa ada salah satu rumah yang ditempati saudara Farid Firmansyah, istri dan kedua putranya sangat tidak layak huni, untuk dikatakan sebuah tempat tinggal,” ungkap Ketua Ormas LMPI Mekarbaru Hari Novisa kepada wartawan.

Hajri berharap dengan bantuan yang Ormas LMPI berikan bisa meringankan beban ekonomi warga yang dibantu.

“Alhamdulillah hari ini dimotivasi dan di motori Sekjend, rangka rumah dengan bahan seadanya sudah terbentuk berdiri, mudah-mudahan dua minggu kedepan rumah saudara Farid sudah bisa ditinggali. Dengan inisiatif kami seperti ini saya juga berharap kepada masyarakat juga pemerintah setempat untuk bisa terketuk lagi jiwa kepeduliannya terhadap warga yang layak dibantu,” pungkasnya.

Rencananya rumah yang berdiri ditanah milik sendiri itu dengan ukuran 3meter × 6meter dan dua kamar tidur itu, rangkanya terbuat dari bambu dan material lainnya akan menggunakan setengah dinding dari batu ringan (batu selkon) dan diteruskan dinding atas’nya dari bahan material GRC terang Žarkasih. (Sunarsih/ži)