Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu atau “Kuliah Pulang dan Kuliah Pulang”, Mahasiswa Harus Membuat Sejarah

280

MEDAN ketikberita.com | Organisasi SEMMI bagi mahasiswa-mahasiswi harus tau, jadi kepanjangan SEMMI adalah Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia. Jadi yang masuk kedalam Organisasi SEMMI itu harus titelnya Mahasiswa, beragama Islam dan harus warga Indonesia, dan tidak boleh mantan Mahasiswa yang menjadi Anggota.

Organisasi SEMMI hadir membuka Peluang bagi Mahasiswa-mahasiswi untuk terus membenahi diri, membentuk Karakter menjadi calon generasi Pemuda untuk memimpin Bangsa.

Makanya kehadiran SEMMI di Sumatera Utara yang baru 2 tahun untuk dimanfaatkanlah dengan baik, padalah SEMMI ini sudah berdiri tahun 1960, dengan kehadiran SEMMI kita jadikan Laboratorium bagi Mahasiswa Muslim yang mau belajar membentuk dirinya menjadi seorang Pemimpin. Hal tersebut diungkapkan Senator dari Fraksi Partai PAN Hendra Cipta saat pelantikan Organisasi Mahasiswa SEMMI.

Lanjut Hendra Cipta bahwa sejarah mencatat bahwa Mahasiswa Serikat itu melahirkan Pemimpin Bangsa, dan perlu diketahui bahwa Indonesia tidak dikenal kalau tidak ada Syarikat Islamnya. Dan perlu Mahasiswa ketahui bahwa Tokoh pendiri Negara Indonesia adalah dari Syarikat Islam adalah Presiden Soekarno.

Kita sebagai Mahasiswa harus bisa mencatat sejarah bahwa diri kita mantan Aktivis Mahasiswa. Dan kita tidak bisa menceritakan kepada anak kita apa prestasi kita sebagai Mahasiswa. Kecuali Mahasiswa “Kupu-Kupu” alias Kuliah Pulang dan Kuliah Pulang.

Marilah kita perbanyak Pengkaderan dan meningkatkan Kapasitas dan Kapabilitas keilmuan serta meningkatkan Keilmuan Wawasan Kebangsaan, dan itu harus dilakukan oleh semua Mahasiswa Indonesia. Dengan pada akhirnya nanti Mahasiswa ini akan sangat peduli dengan Bangsa. Dan tunjukkan kalau kita Mahasiswa itu menjadi Agen Perubahan dan Agen Sosial Kontrol.

Hal senada diungkapkan Ahmad Chalil Gibran Ginting bahwa paska Pelantikan, kami akan melakukan diskusi cerdas, karena sangat benar sekali apa yang di katakan Ketua Hendra Cipta, bahwa Mahasiswa sekarang banyak sekali kekurangan, diantaranya kurang baca, kurang berintelektual, dalam pengembangan satu Organisasi.

Makanya kita harus mengasah ilmu tersebut, seperti Ilmu Politik, supaya kita bisa bersiasat secara Politik. Karena kita tidak mau menjadi masyarakat Pemilih yang rentan akan Dipolitisasi.

Makanya kita akan berusaha untuk bagaimana Mahasiswa yang tergabung di Organisasi SEMMI sangat berguna dan selalu saja memberikan manfaat banyak orang. Kita akan terus mengepak sayap dan memberi motivasi kepada Masyarakat. Makanya kami membuat Tema dalam Pelantikan itu adalah Mengaktualisasikan Nilai-nilai Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) dalam Kehidupan Kader,Wujudkan Akademisi Islam Berahklak Mulia. (SAID KAMAL AL-HABSY S. SOS/DEWA)

Artikulli paraprakKesiapan Polri Agar Perayaan Natal dan Tahun Baru Berjalan Aman dan Tak Ada Gangguan
Artikulli tjetërSatkom Wira Waskita, “Kompak Di Darat, Jaya Di Udara”