Jalan Kabupaten Penghubung Gabus Pamarayan, Rusak dan Rawan Kecelakaan

100

KAB SERANG (Banten) ketikberita.com| Berawal dari informasi warga melalui video berdurasi 00:24 detik, nampak kondisi jalan penghubung Gabus dan Pamarayan, di mana terekam beberapa pengendara roda dua harus rela turun dan menuntun tunggangannya untuk terhindar dari kecelakaan akibat jalan yang licin dengan permukaan beton yang pecah-pecah sebagian amblas ditambah lagi dengan tanah merah yang menutupi hampir sebagian badan jalan.

Ditemani Isman dan Acong ,dua warga dari Kecamatan Bandung dan Kecamatan Pamarayan, Kamis (15/10/2020) awak media ketikberita.com melihat secara langsung kondisi jalan yang dimaksud dalam video durasi 00:24 detik.

Isman dan Acong bergantian bercerita soal jalan penghubung Gabus Pamarayan ini, “Saya pernah jatuh di sini Pak,”Tutur Isman warga Desa Sangiang Kecamatan Pamarayan.”Jalan ini biasa saya lewati menuju ke tempat saya kerja, waktu itu habis hujan, sebagian badan jalan tertutup tanah merah yang terbawa aliran air hujan dan kondisi permukaan jalannya yang memang banyak yang pecah-pecah,motor saya sulit dikendalikan dan terpeleset jatuh.

Senada dengan rekannya, Acong warga Kampung Kidalang Desa Mander Kecamatan Bandung menuturkan kepada ketikberita.com, “Sudah setahun jalan ini rusak, tambal sulam dilakukan oleh warga sekitar sedangkan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum belum terlihat adanya upaya perbaikan”.

“Bukan hanya motor yang mengalami kecelakaan, mobil muatan bata merah pernah terbalik di lokasi ini, terus ada juga mobil muatan pur (red-pakan ayam) mengalami hal yang sama,”Jelas Acong.

Perihal kenapa jalan tersebut cepat rusak,awak media mendapatkan jawabannya dari Sayuti seorang aktivis dari Pamarayan.

“Jalan poros penghubung dua Kecamatan (red-Bandung Pamarayan,) yang ada di Kabupaten Serang ini, sebetulnya belum lama di bangun dan tidak semestinya rusak parah sampai betonnya pecah dan sebagian amblas, jika dari pihak muspika setempat tegas dalam hal turut serta melakukan pengawasan terhadap aset Pemkab Serang serta konsisten dalam mengawal aturan tentang galian C,”Ungkap Sayuti kepada ketikberita.com melalui sambungan telepon pada hari Jumat (30/10/2020).

“Kenapa saya berani katakan itu Pak,”Kata Sayuti kepada ketikberita.com,karena disekitar sini pernah ada kegiatan galian C (red-tanah merah) yang melibatkan puluhan armada angkutan jenis Dump Truck yang besar besar itu, Jelasnya.

“Dump Truck dengan kapasitas angkut belasan kubik itu setiap hari hilir mudik membawa tanah merah hasil galian C, sambung Sayuti.

Masih kata Sayuti, “Kami dari aliansi lembaga dan ormas yang ada di Bandung dan Pamarayan ini pernah beberapa kali melakukan aksi agar Dump Truck dialihkan ke jalan yang lain saja, mengingat tambah hari kondisi jalan makin rusak.

Sayuti berharap informasi ini sampai ke telinga para pemangku kebijakan, dan harapan kami selaku warga pengguna jalan, agar pembangunan jalan ini dijadikan prioritas dan dapat disegerakan.

Sekretaris Camat Pamarayan Supiyan,S.Pd yang sekarang menjabat sebagai Plt Camat Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang, pada Jumat 30/10/2020 melalui pesan whatsApp memberikan tanggapannya terkait informasi kondisi jalan penghubung Gabus Pamarayan,” Berita media (red-video durasi 00:24 detik) sudah saya teruskan ke Kepala PUPR,Pak H. Oke,”Terangnya.

” Di Musrenbang Kecamatan,bulan Februari sudah diusulkan,”tambah Plt Camat melalui pesan whatsAppnya.

Hasil pengamatan ketikberita.com, jalan yang kondisinya paling parah berada di wilayah Kampung Pasir Pudak Desa Pasir Kembang Kecamatan Pamarayan. (Yusa)