IPSI dan Pendekar Banten, Siap Kawal Perda Nomor 3 Tahun 2021

92

SERANG (Banten) ketikberita.com | Keputusan Pemkab Serang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanggulangan penyakit masyarakat, mendapat banyak dukungan dari berbagai elemen masyarakat,diantaranya dukungan datang dari Pendekar Banten dan IPSI Kab Serang.

Beberapa hari sebelumnya, tujuh bangunan yang dijadikan tempat hiburan malam (THM) di jalan lingkar selatan (JLS) yang masuk dalam wilayah kecamatan Kramat Watu dan Waringin Kurung,menjadi sasaran penertiban oleh Satpol PP Kab Serang, namun sangat disayangkan dalam pelaksanaannya mendapat aksi penolakan dari sekelompok massa dengan cara menghadang alat berat yang akan melakukan pembongkaran bangunan.

Menyoal adanya kelompok massa yang melakukan aksi penolakan terhadap pembongkaran tujuh bangunan THM, Ketua IPSI Kabupaten Serang H. Yana, Kamis (18/11/2021) mengatakan dirinya merasa tergugah atas ngelunjaknya oknum-oknum pembeking, berani menghadang petugas dari Pemda yang akan membongkar THM tersebut.

“Kami kumpulkan teman IPSI Kabupaten Serang dan Pendekar Banten Korda Kabupaten Serang untuk audiensi dengan DPRD Kabupaten Serang,menyampaikan dukungan atas pembongkaran tersebut, karena itu (red-THM) berada dekat di lingkungan masyarakat,” Jelasnya.

Kepada kelompok massa yang kemarin terlihat ikut dalam aksi penolakan pembongkaran bangunan THM,H.Yana berpesan agar segera menarik diri dan sadar diri,jangan sampai memanfaatkan hiburan malam tersebut untuk mencari keuntungan pribadi.

“Segera menarik diri,jangan manfaatkan hiburan malam untuk keuntungan pribadi,”Pesannya.

Hal senada diungkapkan Sekjen Pendekar Banten Korda II Kabupaten Serang, Medi Kusnaedi, menyatakan barisannya siap pertaruhan jiwa dan raga untuk menghalau oknum yang berada di belakang aksi penolakan pembongkaran bangunan THM.

“Kami dari Pendekar Banten,siap mempertaruhkan jiwa dan raga untuk melawan oknum – oknum tersebut,” Ungkapnya penuh semangat.

Lebih lanjut Medi menegaskan,”Banten ini terkenal sebagai daerah sejuta santri, seribu ulama, seribu jawara,jika ada pendatang yang ingin merusak tatanan kehidupan bermasyarakat di Banten, khususnya kehidupan beragama, dan mereka datang kesini membawa kemaksiatan, maka harga mati Pendekar Banten akan mengusirnya”.

Dalam kesempatan audiensi, Wakil ketua DPRD Kabupaten Serang, Mansur Barnawi mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Pemkab Serang sudah sesuai prosedurnya.

Menurutnya DPRD tentu memberikan dukungan dan support kepada PemKab Serang untuk mengambil tindakan pembongkaran tersebut.

“Karena prosesnya sudah lama,langkah dan tahapannya sudah dilakukan oleh Pemda, tidak tiba-tiba,dan sudah saatnya Pemda tegas,karena THM yang ada di JLS itu bukan pada tempatnya, itu ilegal, tidak ada ijin sehingga tidak usah ragu mengambil tindakan tegas, eksekusi pembongkaran,” Ucapnya.

Kepada kelompok massa yang lakukan aksi penolakan, dirinya berharap ada komunikasi yang baik,Pemda pasti sudah pertimbangkan dengan matang,dasar-dasarnya sudah jelas.

“Jangan melakukan pembangkangan kepada Pemda,kalau sudah menghalang-halangi berarti suatu pelanggaran,”Serunya.

“Kami sangat apresiasi, bangga atas pernyataan sikap dan dukungan yang diberikan oleh Pendekar Banten dan IPSI Kabupaten Serang.Harapan kami,semua elemen masyarakat memberikan dukungan atas langkah yang telah diambil oleh Pemda,” Pungkasnya.
(tim/ys)