Insya Allah, 2024, Seluruh Pembangunan Diselesaikan Sehingga Masyarakat Rasakan Manfaatnya

109

MEDAN ketikberita.com | 2024 merupakan tahun terakhir bagi Bobby Nasution menjabat sebagai Wali Kota Medan dan H Aulia Rachman sebagai Wakil Wali Kota Medan. Oleh karenanya di tahun terakhir ini, orang nomor satu di Pemko Medan ini berjanji untuk menyelesaikan seluruh pembangunan yang masif dilakukan saat ini.

“Tepatnya, Desember 2024, masa jabatan saya dan Pak Wakil Wali Kota akan berakhir. Kami berjanji di akhir periode ini, insya Allah seluruh program pembangunan akan kami selesaikan semua sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Medan,” kata Bobby Nasution di Pengajian Akbar Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Medan Amplas di Asrama Haji Medan, Selasa (16/1).

Didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, Camat Medan Johor Andry Febriansyah dan Camat Medan Amplas Andrew Fransiska Ayu, Bobby Nasution juga memohon maaf jika selama menjalankan pembangunan ini membuat masyarakat merasa terganggu.

“Atas ketidaknyamanan yang dirasakan, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Program-program pembangunan yang dilaksanakan Pemko Medan saat ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya, memasuki masa Pemilu 2024, menantu Presiden Joko Widodo ini mengajak seluruh masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

“Mari gunakan hak pilih kita pada 14 Februari mendatang, karena pilihan kita ikut menentukan Indonesia ke depan,” harapnya.

Dalam pengajian yang diisi tausiyah oleh Al Ustad Muhammad Yasir Tanjung ini, Bobby Nasution juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan menjelang Pemilu 2024 ini. Sebab, Medan merupakan kota multietnis yang penduduknya terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama.

“Kota Medan merupakan Tanah Melayu, penemu Kota Medan sendiri berasal dari etnis Karo. Sedangkan penduduk terbanyak adalah etnis Jawa. Keberagaman ini menjadikan Medan sebagai kota multietnis dan wadah bagi kita tetap rukun. Jangan mau dipecah belah karena agama, justru agama lah yang harus mempersatukan kita,” paparnya.

Selain menjadi wadah silaturahmi, pengajian  akbar ini juga dimanfaatkan Bobby Nasution untuk mendengar aspirasi langsung dari masyarakat. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Sariani, salah seorang warga untuk menyampaikan keluhannya terkait bantuan dari pemerintah.

“Selama ini bantuan dari pemerintah hanya diberikan kepada orang yang sama. Saya berharap agar bantuan tersebut dapat diberikan secara merata kepada warga yang membutuhkannya,” papar Sariani.

Menjawab pertanyaan tersebut, bilang Bobby Nasution, Pemko Medan akan merotasi masyarakat penerima bantuan sosial secara bergantian setiap tahunnya. Dengan demikian, imbuhnya, seluruh warga yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dapat menerima bantuan secara merata.

Berdasarkan data yang ada, terang Bobby, jumlah DTKS yang ada di Kota Medan saat ini lebih dari 200.000 orang. Namun jumlah warga yang baru dibantu, paparnya, baru berjumlah 65.000 orang. Itu sebabnya, imbuhnya, pemerintah berupaya agar bantuan yang diberikan dapat merata.

“Pemko Medan telah melakukannya di Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan. Kalau ibu-ibu setuju penerima bantuan tersebut dirotasi setiap tahunnya, maka akan kita terapkan juga di Kecamatan Medan Johor dan Medan Amplas ini,” ujarnya seraya disambut tepuk tangan meriah seluruh warga yang didominasi kaum ibu tersebut. (red)