Indeks Inklusi Keuangan di Sumut Peringkat Kedua Nasional

221

DELI SERDANG (Sumut) ketikberita.com | Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tahun 2022, indeks inklusi keuangan Sumatera Utara (Sumut) mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu menjadi sebesar 95,58%.

”Setelah DKI Jakarta Indeks inklusi keuangan Sumut peringkat kedua nasional atau tertinggi diantara seluruh provinsi. Angka ini meningkat 1,60 persen, setelah tahun 2019 lalu indeksnya sebesar 93,98 persen,” ujar Yusup Ansori, Kepala Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) kepada wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumut dalam Media Gathering bertemakan “Kolaborasi Pelayanan Publik dan Keuangan Berkelanjutan” yang berlangsung selama 2 hari, di The Hill Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (15/12/2022).

Literasi Keuangan Sumut Meningkat

Sementara itu, sebut Yusup lagi, literasi keuangan Sumut di tahun 2022 ini ikut meningkat menjadi sebesar 51,69 persen meningkat dibanding tahun 2019 yang hanya 37,96 persen atau terdapat peningkatan 13,76 persen. Bahkan indeks literasi keuangan Sumut ini melebihi indeks secara nasional yaitu 49,68 persen.

Turut mendampingi Yusup dalam acara terebut, Deputi Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK KR5 Sumbagut, Wan Nuzul Fachri, serta Diputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan, Anton Purba.

Dikatakannya, peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi yang baik antara OJK, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian/lembaga terkait, Industri Jasa Keuangan, dan tentunya tidak lepas dari upaya rekan wartawan dalam melakukan pemberitaan, yang secara langsung maupun tidak langsung yang menjadikan wadah literasi masif bagi masyarakat Sumut.

“Hal ini merupakan milestone keberhasilan bagi Provinsi Sumatera Utara yang boleh kita berikan apresiasi, namun dengan mengingat bahwa masih terdapat berbagai milestone keberhasilan lainnya yang bisa kita capai. Salah satunya adalah menutup gap antara indeks literasi dan inklusi keuangan,” jelas Yusup.

Menurut Yusup, kolaborasi merupakan kata kunci alam terwujudnya hal tersebut. Bersama dengan pemerintah, Ombudsman dan instansi terkait lainnya, rekan media, OJK mengajak agar bersama memberikan pelayanan dan kontribusi yang terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara.

“Sesuai tema yang diusung kali ini yaitu Kolaborasi Pelayanan Publik dan Keuangan Berkelanjutan merupakan cerminan bahwa tugas OJK tidak hanya berfokus pada perkembangan sektor jasa keuangan, namun juga mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan usaha dan lingkungan di masa depan,” ungkapnya

Diketahui bahwa OJK dengan rutin melakukan sosialisasi terkait produk dan jasa keuangan ataupun pengetahuan keuangan umum kepada berbagai lapisan masyarakat di Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan baik secara virtual ataupun secara tatap muka di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Berbagai kegiatan yang dilakukan secara virtual terdiri dari Webinar Series “Bareng OJK KR5 Bincang-Bincang Melek Finansial” disingkat sebagai Bobba Massal yang mendatangkan beragam influencer finansial lokal ataupun ibu kota dan Talkshow Keuangan di berbagai radio.

Beberapa kegiatan tatap muka terdiri dari OJK Mengajar, Kelas Sosialisasi, SIMOLEK (Si Mobil Literasi Edukasi Keuangan) on the road, dan SLIK on the road yang diselenggarakan langsung di kabupaten dan kota tujuan. Selain itu, terdapat juga berbagai expo berskala besar seperti Hari Indonesia Menabung dan Pasar Keuangan Rakyat yang diadakan setiap tahun di Kota Medan.

“Bersama TPAKD Sumatera Utara, OJK juga senantiasa meluncurkan berbagai program dalam rangka peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan,” terang Yusup. (red)

Artikulli paraprakKunjungi Hubstation TNI AD, Kasad Vicon Dengan Pos Ramil di Papua dan Papua Barat
Artikulli tjetërSekda Provsu Sambut Audiensi Komisioner KPID Sumut, Beri Atensi Besar Literasi Tontonan Sehat