TEBING TINGGI (Sumut) ketikberita.com | Gudang kayu terbesar di Kota Tebing Tinggi atau yang dikenal dengan sebutan Panglong 88 yang berada di Jalan Setia Budi, Kelurahan Brohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi ludes terbakar dilahap si jago merah pada Selasa malam (18/3/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.
Dari pantauan langsung dilokasi, terlihat api mulai membakar bagian dalam dari gudang kayu itu, namun si jago merah begitu cepat membesar sehingga membakar hampir seluruh isi dari gudang kayu yang terdapat banyak tumpukan material kayu olahan seperti kayu kusen, daun pintu dan jendela, papan, maupun kayu broti batangan.
Saat ini, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemko Tebing Tinggi telah menerjunkan tim petugas pemadam api dengan membawa 5 unit armada damkar. Tim pemadam yang berjibaku memadamkan api juga dibantu pihak kepolisian dari Polres Tebing Tinggi, Polsek Rambutan dan dari satuan TNI Koramil 13/TT.
Selain itu, aliran listrik juga telah dipadamkan PLN Tebing Tinggi dan disekitaran lokasi juga terlihat ramainya warga masyarakat yang menyaksikan pemadaman api yang sudah berlangsung hampir 3 jam, sehingga menyebabkan kemacetan dijalan penghubung Kota Tebing Tinggi menuju Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Sergai.
Petugas Kepolisian dari Satuan Lalulintas bersama Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi juga sudah turun ke lokasi untuk mengatur arus lalulintas dengan membuat pengamanan serta menutup sementara akses jalan Setia Budi. Hal ini dilakukan agar tim yang melakukan evakuasi tidak kesulitan akibat banyaknya kendaraan warga yang parkir disekitaran lokasi kebakaran.
Diketahui dari keterangan warga sekitaran lokasi bahwa pemilik usaha gudang kayu panglong 88 yang hangus terbakar bernama Nelly, sampai saat ini yang bersangkutan belum bisa dikonfirmasi.
Sementara itu, pihak kepolisian Polres Tebing Tinggi tengah menangani kasus kebakaran tersebut, akan tetapi belum bisa memberikan keterangan pasti apa penyebab terjadinya kebakaran dan berapa kerugian yang ditimbulkan. Namun bila dilihat dari besarnya gudang kayu itu kemungkinan kerugiannya mencapai milyaran rupiah. (ar)