Gerakan ‘GetReyStarted’ dari Rey Ajak Masyarakat Jalan 10 Ribu Langkah

112

JAKARTA ketikberita.com | Rey, startup insurtech kesehatan mengajak masyarakat aktif menjalankan hidup sehat karena kesehatan adalah modal mencapai kesejahteraan. Rey ingin memotivasi masyarakat untuk menjalani hidup lebih sehat dengan bersama-sama mengumpulkan 10 juta langkah dan minum air putih melalui gerakan ‘GetReyStarted’ yang diadakan pada 12 September – 24 Oktober 2022 menargetkan keluarga Indonesia dan para milenial.

VP Marketing Rey Audi Tangkudung mengatakan gerakan #GetREYstarted yang diusung oleh Rey dapat dilakukan di mana saja. “#GetREYstarted sesimpel kita memilih berjalan kaki saat akan menuju ke suatu tempat daripada menggunakan kendaraan lalu lakukan secara kontinyu, nantinya akan menjadi kebiasaan.

Saat Anda tidak sempat berolahraga ke pusat kebugaran masih tetap dapat melakukan latihan fisik dengan bergerak dan berjalan kaki. Mereka yang giat akan berkesempatan memenangkan sejumlah hadiah menarik hingga mendapatkan membership Rey selama 6 bulan,” sebut Audi.

Menjalankan gaya hidup sehat menjadi hal penting karena tubuh kita dapat terpapar risiko penyakit. Hal ini disampaikan oleh Advisor Rey, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti bahwa penyakit semakin mudah menyerang karena modernisasi telah mengubah lingkungan dan perilaku menjadi semakin tidak sehat.

“Kebiasaan merokok dan alkohol bahkan obat terlarang, jarang berolahraga, kualitas tidur dan pola tidur yang buruk, serta kelebihan makan dengan kalori dan gula yang tinggi telah memperparah jumlah prevalensi Penyakit Tidak Menular terutama menyerang para pekerja dan generasi muda.

Kabar buruknya lagi, pola hidup tidak sehat juga berpotensi membuat orang rentan mengalami gangguan kecemasan hingga timbul keinginan mencelakakan diri, perilaku berisiko di jalan raya, dan hubungan keluarga tidak harmonis”, sebut dr. Astrid

Selain pola makan yang buruk, dr. Astrid juga mengingatkan soal minimnya melakukan latihan fisik. Manusia modern semakin jarang bergerak dan sudah sangat tergantung pada kemudahan teknologi. Walaupun kemajuan teknologi telah banyak membawa perubahan dan membantu memenuhi kebutuhan manusia, namun proses digitalisasi nyatanya tidak selalu berjalan mulus dan mendatangkan permasalahan baru. Salah satunya gangguan kesehatan.

“Hidup saat ini sangat dimudahkan dengan adanya smartphone. Membeli makan dan belanja dapat dilakukan hanya dengan memesan melalui aplikasi. Pilihan menu dan gerai juga banyak, belum termasuk tawaran diskon – tentu menyenangkan dan menghemat waktu.

Tetapi, kondisi tubuh kita tidak bersifat konstan, ada kalanya imunitas turun dan tubuh juga secara alami akan mengalami proses penuaan sehingga kita perlu melakukan latihan fisik, yakni gerakan tubuh berulang untuk meningkatkan kebugaran jasmani yang dilakukan dengan terencana dan terstruktur, serta berkelanjutan. Latihan ini minimum dilakukan 150 menit seminggu, salah satunya dapat dengan berjalan kaki,” sebut dr. Astrid.

Berjalan kaki dapat dilakukan dengan kecepatan sedang hingga cepat, dimulai dari 5.900 – 7.500 langkah hingga terbiasa mencapai 10.000 langkah setiap hari dan dilakukan 5-7 hari seminggu. Bagi yang belum terbiasa dapat melakukan secara bertahap, tidak perlu langsung memaksakan intensitas tinggi agar terhindar dari risiko cedera.

“Jalan kaki secara rutin dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan sistem metabolisme, menjaga stamina dan ketahanan tubuh, serta membantu mengendalikan penyakit bawaan, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Jalan kaki juga dapat mencegah pengeroposan tulang dan kerusakan sendi.

Selain itu, jalan kaki juga bermanfaat bagi kesehatan mental, yakni membantu mengurangi stress, menekan risiko kecemasan, dan depresi. Selain berjalan kaki, hal rutin yang perlu dilakukan adalah minum air putih untuk mencegah hidrasi dan mengganti cairan yang hilang”, sebut dr. Astrid.

Audi optimis dengan bertambahnya pengetahuan kesehatan sebagaimana yang disampaikan dr. Astrid, masyarakat akan menyambut baik misi harian meningkatkan intensitas jalan kaki bersama gerakan ‘GetReyStarted’. Audi juga menyinggung manfaat dari jalan kaki tidak saja baik untuk kesehatan tapi juga sebagai dukungan nyata menurunkan polusi udara dan suara, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi dengan menciptakan nilai tambah ekonomi pada masyarakat sekitar.

“Peserta tinggal mengunduh aplikasi Rey dan gunakan fitur ReyFit Step untuk menghitung langkah kaki setiap hari dan fitur ReyFit Hydration untuk mengetahui kebutuhan minum air putih. ReyFit juga dapat dihubungkan dengan Google Fit kemudian disambungkan dengan wearables agar data pada google fit dapat diupdate oleh Rey beberapa jam sekali. Sebagai penghargaan dan motivasi, peserta yang mencapai target bisa mengumpulkan ReyCoin (loyalty points) dan ditukar berbagai hadiah,” sebut Audi.

Menutup penjelasannya, Audi mengatakan, sejak diluncurkan di Juli 2022, Rey sudah berhasil meraup lebih dari 11 ribu pengguna di lebih dari 20 provinsi di Indonesia termasuk dari Banda Aceh dan Manokwari. Ia berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang menjadi member Rey sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terproteksi kesehatannya dan memulai hidup yang lebih sehat.

“Membership kesehatan di Rey bersifat holistik, yakni member tidak hanya mendapatkan proteksi kesehatan tapi juga bisa menikmati akses primary healthcare untuk berkonsultasi melalui chat dengan dokter dan menebus obat secara gratis. Member juga bisa mengakses ReyFit untuk menjaga kualitas kesehatan melalui milestone harian yang mudah dijalankan bahkan bisa mendapat hadiah melalui fasilitas ReyCoin. Kesehatan holistik menjadi misi kami karena kami ingin mendorong keluarga Indonesia mengamalkan kebiasaan hidup sehat dan kualitas kesehatan mereka tetap terjaga, “ tutup Audi. (r/red)