Gegara Uang Rp10 Ribu, Poltak Sinambela Tewas Bersimbah Darah Ditikam Palembang Sinaga

236

MEDAN ketikberita.com | Seorang pria bernana Poltak Sinambela (48) mandor Nice Trans
Warga Pasar XII Dusun III Marendal II Kecamatan Patumbak Deli Serdang harus meregang nyawa karena ditusuk oleh temannya sendiri bermarga Sinaga yang akrab di sapa Palembang Sinaga di Jalan Sisingamangara tepatnya di bawah kolong jembatan Fley Over Simpang Amplas Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas Jumat (5/11/2021) Sekira Jam 17.00.Wib

Mengetahui mandor atau agen bus Nice Trans yang setiap harinya mengkal di Simpang Amplas itu tewas warga dan teman-teman korban yang ada di seputaran Simpang Amplas pun sontak heboh.

“Meninggal jadinya si Sinambela itu, ya?,”kata beberapa.orang warga yang ada di seputara Simpang Amplas Medan dibawah jembatan Ply Over.

Informasi diperoleh dari beberapa orang warga sekitar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mencerikan, korban dan pelaku sama-sama orang bus PO Nice Trans.

“Korban Poltak Sinambela Mandor  atau Agen bus Nice Trans, sedangkan pelaku adalah kondektur (Kernet) Nice Trans juga,”ujar warga diseputaran Simpang Amplas.

Dikatakan Warga, setahu kami korban Poltak Sinambela tinggalnya bersama kakaknya di Pasar XII Dusun III Marendal II Kecamatan Patumbak Deli Serdang, dan belakangan karna cekcok dengan kakaknya korban tinggal di dekat pabrik roti Amplas.

Disebutkan warga, kalau pelaku yang kesehariannya dipanggil dengan sebutan Palembang Sinaga itu entah dimana tinggalnya, orang-orang yang setiap hari ada disini tidak tau pasti timpat tinggalnya,

“Kalau Sinaga (Pelaku) kami tidak tau dimana tempat tinggalnya, setau kami dia itu kondektur (kernet) bus Nice dan sering mangkal di Simpang Amplas warga pendatang, katanya si Naga itu orang Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) dan kakaknya ada di Pematang Siantar,”ujar pria bertubah tegap menceritakan pada Wartawan Jumat (5/11/2021) petang.

Disebutkan warga, soal kejadiannya sekira Jam 17.00.Wib, dan kejadian itu berawal dari depan tempat peberhentian bus Nice Trans. Dimana saat itu pelaku menaikkan sewa sebanyak 6 orang, lalu meminta uang komisi  Rp 10 Ribu kepada kondektur bus Nice,

“Kondektur bus Nice itupun memberikan uang komisi Rp.10 ribu, kepada pelaku, melihat pelaku menerima uang dari kondektur itu, korban lalu marah-marah, dengan mengatakan kepada pelaku, kok kau minta uang sama kondektur itu, apanya maksud mu, jangan kau minta-minta uang disini.

Nah gara-gara uang Rp.10 ribu itu terjadilah ribut dan pertengkaran, berikutnya menjurus perkelahian, bahkan kata warga kalau korban (Sinambela) sempat memukul pelaku (Sinaga) 2 kali, tapi Sinaga tidak melawan.

Tak sampai disitu, korban juga sempat 2 kali mengejar-ngejar dan melempar pelaku dengan mengguna kan batu, hanya saja pelaku lari kebelakang arah ke terminal Amplas.

Tidak lama kemudian, jelas warga pelaku mendatangi korban yang lagi minum Tuak bersama temannya di bawah kolong jembatan PlyOver, pas ditempat yang banyak bunga-bungannya itu.

Ditempat itulah korban ditikami oleh pelaku, karna  sepengetahuan warga yang melihat korban sempat berjalan menuju lapo tuak dan warung nasi dalam kondisi berdarah-darah.

Warga yang diwarung itu sempat menanyakan kepada korban, kena apa kau, kok badan dan wajah mu berdarah, disitu korban sempat menjawab “Aku ditikam Sinaga
,”bilang korban pada orang yang ada diwarung nasi itu.

Melihat keadaan korban yang terluka dan berlumuran darah, lalu warga membawa korban ke rumah sakit Ridos Jalan Panglima Denai dengan mengenderai becak bermotor (Betor), karna luka korban cukup serius, rumah sakit tidak mampu, dan lalu korban dibawak ke rumah sakit Mitra Medika Jalan  Sisingamangaraja Medan Amplas

Dikatakan warga Informasinya, masih simpang siur ada yang mengatakan masalah sewa dan juga ada yang mengatakan pelaku minta uang Rp 10 ribu sama korban, karna pelaku tidak kerja dan tidak  punya duit, namun tidak dikasih oleh korban.

” Kalau mau jelasnya coba tanya orang-orang yang ada di warung tuak sama orang-orang yang ada diwarung masi sana,”Kata warga menjelaskan.

“Cuma itu yang kami tau dari cerita-cerita kecerita. Pastinya yang kami ketahui sekarang ini Sinambela mandor bus Nice Trans itu telah tewas dibunuh Sinaga dan jenazahnya sekarang ada di rumah sakit Mitra Medika, sedangkan pelakunya telah melarikan diri entah kemana,”ucap Warga.

Sementara informasi terakhir jenazah korban Poltak Sinambela mandor bus Nice Trad telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan oleh personil Polsek Patumbak dan setalah itu korban akan dibawak ke rumah duka di wilayah Tanjung Morawa Warung Seri

“Ya menurut Informasinya korban Poltak Sinambela meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian dada, dagu dan luka di bagian kepala,”bilang beberapa orang warga yang tak mau menyebutkan namanya.

Sementara menurut beberapa orang warga kalau pelaku Pelembang Sinaga statusnya tidak jelas selalu hidup berpindah pindah artinya kata warga tidak mempunya saudara alias sebatang kara Status Tidak Jelas (STJ).

“Jangan tempat tinggal (Rumah) Hape aja di tidak punya, kalau malam hari tidurnya entah dimana, tapi selalu duduk tempat saya ini,”bilang warga.

Menurut warga diseputaran Simpang Amplas, kalau Palembang Sinaga orangnya pendiam, ciri-ciri bandannya kecil ada tato dilengannya, namun saat ditanya sebelah mana tatonya, warga menyebut lupa.

“Palembang Sinaga itu orang pendiam, ciri-ciri bandannya kecil ada tato dilengannya, tapi lupa pula aku sebelah mana tatonya itu,”pungkas warga yang enggan menyebutkan namanya.

Pantauan diseputaran Simpang Amplas terlihat Kanit Reskrim Iptu Ridwan SH, yang mendapat informasi adannya peristiwa pembunuhan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama Panit satu dan Panit dua beserta personil Reskrim lainnya untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku, walaupun telah dicari dimana keberadaan pelaku yang biasa berdiam, namum sayang palaku keburu kabur entah kemana.

Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Ridwan SH.saat di konfirmasi Senin (29/11/2021) terkait peristiwa pembunuhan tersebut mengatakan sampai saat ini peluku masih terus dicari keberadaannya

Kasus itu terus kita utamakan, walaupun petunjuk keberadaan pelaku sampai saat ini tidak jelas, bahkan kata Kanit kalau pihaknya telah berupanya semaksimal mungkin,namun keberadaan peluku belum kita temukan.

Menurut Kanit sebenarnya kasus ini  telah terungkap, apa motifnya siapa pelakunya, tapi karna disebabkan indentitas pelaku tidak jelas, jadi terkendala, pun begitu sampai saat ini kita terus mencari tau dimana keberadaan pelaku.

“Karna disebabkan indentitas pelaku tidak jelas, jadi terkendala, pun begitu sampai saat ini kita terus mencari tau dimana keberadaan pelaku,ya kita terus melakukan penyelidikan dan mohon Do’anya agar pelaku bisa kita tangkap,” pungkasnya. (zal)