Fadli Kaukibi, SH CN : Mesjid Sarana Syiarnya Islam

790
Foto : Fadli Kaukibi, SH, CN

DELI SERDANG ketikberita.com | Guna mengantisipasi dan melakukan pencegahaan dini dalam berbagai tindak kriminal perlu diciptakan pembangunan. Pembangunan itu, merupakan pembangunan terhadap generasi muda yang mandiri, berkarya dan beraktivitas.

Demikian disampaikan Ketua Putra Melayu Fadli Kaukibi, SH, CN dalam temu persnya dengan sejumlah wartawan disekretariatnya Jl Bhineka Tunggal Ika, Bandar Klippa Percut Seituan, Rabu (5/09/2018).

Menurut Fadli yang akrab dipanggil para kalangan aktivis di Deliserdang menyebutkan bahwa dalam menciptakan upaya tentram tenang dan nyaman terhadap masyarakat perlu pembenahan diri. Dalam pembenahan diri itu, adalah melakukan penagkalan terhadap upaya-upaya yang rentan dengan kejahatan.

Saat ini yang rentan dengan kejahatan adalah seperti criminal narkoba, terorisme, dan kejahatan lainnya seperti begal. Tindakan kejahatan ini adalah musuh besar aparat kepolisian. Untuk pemberantasan tindakan kriminal ini pihak kepolisian sudah memiliki komitmen untuk memberantas secara menyeluruh.

Untuk itu, kata Fadli kita selaku Komunitas Anak Melayu Serdang, sangat mendukung penuh upaya kepolisian untuk memberantas berbagai kejahatan di Negara ini, terutama khususnya dikecamatan Percut Seituan kabupaten Deliserdang.

Salah satu cara bahwa kita turut serta memberantas tindakan kejahatan kriminal tersebut dengan upaya memberdayakan para generasi muda, terutama kalangan pemuda agar mereka tidak terkontaminasi dengan kejahatan. Kejahatan bisa datang kapan saja, dan dimana saja akibat dari kelalaian dan status pengangguran yang terus menerus.

Apalagi ditambah dengan himpitan ekonomi yang semakin sulit dan terus menerus, demi menghidupi keluarga, orang bisa berbuat nekad meskipun tindakan itu Kriminal. Oleh karenanya kita membangun berbagai sarana dan prasarana untuk pemberdayaan tersebut, terang Fadli. Belum lagi ancaman narkoba, perlu ada ekstra untuk menciptakan kegiatan untuk kehidupan generasi muda.

Pembangunan yang kita lakukan berupa pembangunan pisik seperti menciptakan lapangan kerja. Untuk lapangan kerja, terang Fadli sudah menyiapkan mesin pembuat Batako, selain itu juga taman rekreasi keluarga dan kolam pancing dengan biaya yang cukup murah.

Kegiatan ini, sangat mendukung dan mendongkrak ekonomi bagi kalangan pemuda, sehingga terhindar dari godaan yang bisa menjerat mereka dengan tindakan kriminal, sambung Fadli lagi.

Bangun Masjid

Masjid merupakan sarana ibadah bagi umat islam dalam melaksanakan sholat, begitu juga keberadaan masjid sebagai syiarnya islam. Bagi umat islam masjid merupakan tempat yang suci lebih baik sholat dimasjid dari pada dirumah dan itu tidak dapat dipungkiri lagi.

Sedangkan keberadaan masjid dan Taman Kanak (TK)/Madrasah Diniyah Tahnfiz Qur’an yang dibangun dimanapun tempat dan lokasinya adalah sama. Keberadaannya sebagai sarana ibadah umat islam agar, sedangkan pondok pesantren, sarana menggali ilmu agama, agar tidak menjadi umat yangtersesat.

Kalau kita menentang dan ribut soal adanya pembangunan masjid baru di Pasar 2 Bandar Klippa, perlu dicurigai kadar keislamannya, sebut Fadli. Oleh karena itu, percut Seituan yang kita targetkan sebagai kota santri sudah mulai muncul. Kalau ada riak-riak kecil, itu hanya sekadar tantangan ringan yang harus dilalui. Terpenting program kota santri dikecamatan Percut Seituan kabupaten Deliserdang tetap dilaksanakan, sambung Fadli lagi.

Umat islam dimanapun berada harus mendukung sdepenuhnya keberadaan masjid yang saat ini tinggal memasang atap dan kubahnya, sambung Fadli lagi. Untuk itu, kita siapkan sarana syiarnya islam sampai tingkat pelosok kampong. Kita sangat menapresiasi sikap pemerintah untuk melaksanakan magrib mengaji, sejalan dengan itu kita bangun karakter generasi muda dengan keimanan dan ketaqwaan sebagai benteng kehidupan.

Sikap kita jelas mendukung pemerintah untuk membangun generasi muda dalam membentengi kehidupan, namun kita perlu sarana dan prasarana yang mendukung. Saat ini sebagai sarana pendukungnya masih kita manfaatkan lahan tidur yang tidak difungsikan. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan adalah untuk kebangkitan islam dan pendidikan islam yang selama ini, semakin mulai menurun.

“Kalau ada oknum-oknum dari kalangan islam yang menentang keberadaan masjid tersebut, perlu kita waspadai, benar nggak dia ini silam, terang Fadli lagi. Seharusnya dengan adanya masjid yang dibangun yang cukup mewah dan indah, disyukurinya karena bagaimanapun masjid itu sangat bermanfaat bagi umat islam lainnya.

Konsep pembangunan yang berlandaskan akhlakulkharimah dengan kota santri di percut Seituan ini sudah ada sejak Deliserdang dipimpin alm H amri Tambunan yang menjadi bupati dua periode. Dan konsep itu kita dukung dan sekarang ini baru direalisasikan, sebut Fadli. Untuk itu keberadaan pembangunan pesantren, masjid dan lainnya semata-mata mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi berbagai penyakit masyarakat, terangnya. (raf)