DPRD Medan Sayangkan Kekerasan Terhadap Wartawan

0
87

MEDAN ketikberita.com | Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu menyayangkan adanya insiden kekerasan dan intimidasi yang terjadi terhadap Budi Hariadi wartawan harian Posmetro Medan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Politikus partai Golkar ini meminta agar Polres Kapolres Pelabuhan Belawan mengusut kasus dan menangkap pelaku yang melakukan tindakan kekerasan tersebut.

“Wartawan dilindungi UU saat menjalankan tugas, tidak boleh ada ancaman atau tindakan kekerasan. Kapolres Pelabuhan Belawan harus cepat mengusut peristiwa itu dan menangkap para pelakunya,” ujar Sabar, ketika dikonfirmasi, Jumat (29/3/2019).

Jika pihak kepolisian tidak segera menuntaskan kasus ini, ia khawatir akan banyak wartawan lain yang akan mengalami perlakuan serupa seperti Budi Hariadi.

Apalagi, lanjut dia, lokasi yang didatangi oleh Budi Hariadi diduga sebagai tempat judi tembak ikan. “Kalau betul lokasinya memang tempat judi, kita minta segera ditutup, jangan dibiarkan. Dengan informasi ini polisi bisa melakukan pengecekan,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wartawan Posmetro Medan, Budi Hariadi (38) dianiaya dan diancam bunuh di lokasi judi tembak ikan, Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kamis (28/3/2019) pukul 14.00 WIB.

Penganiayaan itu terjadi ketika Budi ingin mengkonfirmasi ke areal perjudian tersebut. Setiba di lokasi, Budi masuk ke lokasi judi di areal pertokoan dua pintu. Di dalam, ia bertemu dengan pria turunan tionghoa diketahui bernama Ationg.

Ia pun memperkenalkan diri sebagai wartawan ingin konfirmasi dengan pria tionghoa tersebut. “Aku jumpa sama si Ationg itu, kubilang aku wartawan mau konfirmasi. Si Ationg membawa aku ke belakang arena judi,” kata Budi.

Di belakang itu, ia dipertemukan dengan pria berbadan tegap berambut cepak yang sedang duduk di kantin. Pria cepak sebagai pengawas judi di lokasi itu, menanyakan jati dirinya dengan meminta kartu pers dan KTP.

“Waktu KTP dan kartu pers aku diambil, mereka memfoto kartu aku itu sambil mengancam akan membunuh aku dan keluarga aku. Bahkan mereka bilang, jangan macam – macam kau, nanti bisa dipecat dari wartawan,” beber pria berusia 38 tahun menirukan ancaman pengawas lokasi judi tersebut.

Setelah itu, kartu pers dan KTP pun dipulangkan merekan. Ia beranjak dari belakang itu menuju keluar melewati arean perjudian ikan tersebut. Kesempatan itulah dimanfaatkannya untuk mengambil foto sambil berjalan keluar dari arena judi tersebut.

Tak disangka, Ationg dan pria berbadan tegap melihat pengambilan foto itu. Pria tegal itu langsung menarik Hp nya sambil membawa ia ke belakang arean lokasi judi tadi. Lantas, data di Hp itu dihapus oleh mereka, selanjutnya si Ationg tiba – tiba memulai memukulnya. Aksi brutal pria tegap lainnya diperkirakan berjumlah 8 orang pun ikut memukulinya hingga babak belur.

“Ketika Hp aku diambil, si Ationg itu mulai mukuli aku. Makanya yang lain ikut mukul, aku dihajar pakai bangku, gelas dan dipijak – pijak mereka. Ibu yang jaga kantin itu sampai menjerit melihat aku dipukuli,” cerita Budi saat membuat laporan di kantor polisi.

Setelah babak belur dianiaya, Hp nya yang telah dirusak dengan dicelupkan ke air, Hp nya dipulangkan dan diperintahkan pulang. “Pas aku pulang, sempat dibilang mereka jangan takut Hp kau rusak, nanti bisa diganti,” ungkap Budi menirukan ucapan mereka.

Pasca kejadian itu, ia pun melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor LP/198/III/SU/2019/PEL-BELAWAN/SEK-MEDAN LABUHAN.(er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here