Disinyalir Akibat Kurang Matangnya Perencanaan, Proyek Paving Blok Kp Kemuning Jadi Omongan

252

KAB. TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Disampaikan seorang Tokoh masyarakat dihadapan Ketua RW 03 Kampung Kemuning Desa Benda Kecamatan Sukamulya terkait pekerjaan Paving Blok yang telah banyak disoroti kini jadi omongan, Sabtu (25/12/2021).

Bahwa menurut Tokoh masyarakat berinsial WH pada dasarnya yang diharapkan masyarakat adalah betonisasi bukanlah paving blok.

“Lebar jalan ini 3 meter dan yang biasa dilintasi kendaraan dengan bobot berat hingga 3 ton, dalam Musrenbang Desa yang selalu menjadi usulan kami sejak awal dan telah dituangkan dalam RPJMDes adalah Betonisasi, setiap enam bulan kita angkat dalam RKPDes, tapi kenapa yang direalisasikan kenyataannya kok paving vlok lagi paving blok lagi, mau gak mau ya kami terima,…bla bla bla”ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Jaro Bayi yang merupakan Ketua RW 03 menjelaskan “ini Proyek dari Aspirasi Dewan, yang ditawarkan ke saya yang ada paving blok, melihat kondisi jalan yang sudah rusak parah yang kami terima, dari Dewan Nasdem”ungkapnya.

Lebih dari dua media online terpercaya telah lebih dahulu mempublikasikan Proyek Paving Blok Kampung Kemuning RT/RW 02/03 dengan menuangkan sejumlah kejanggalan yang terjadi, menanggapi berita tersebut, Ali Mukti selaku Pelaksana dari CV Lebak Baru mengatakan, bahwa berita tersebut Hoax.

“Hoax bang,,, Terkait agregat ,, yg kata nya gak pake beskos”ucap nya melalui via WhatApp.

Sebelum nya Ali Mukti juga mengatakan bahwa didalam RAB tidak ada penggunaan alat untuk pengerasan seperti stumper atau babywoles, bahkan diri nya mengaku telah melebihkan penggunaan agregat beskos.

“tidak ada didalam RAB untuk penggunaan alat, baik stumpert maupun babywoles, untuk beskos saya gunakan sudah lebih dari 9 kubik, padahal di RAB cuma 9 kubik” kilahnya.

Dalam pantauan awak media, yang berdekatan dari lakosi wawancara, permukaan tanah jelas terlihat dan mengalami amblasan bekas dilintasi kendaraan, sedangkan casting sudah tampak terpasang disisi kanan dan kiri.

Dan sementara itu, tampak pula permukaan pasangan paving blok yang baru saja terpasang terlihat bergelombang- gelombang, dan menurut Ketua Bidang Kajian dan Analisa DPD LSM PENJARA PN Banten hal itu disinyalir hasil nya nanti bakal kurang maksimal dan disinyalir tidak akan awet.

“Dari awal perencanaan secara tekhnis mesti nya ada alat untuk perkerasan, situasional kultur tanah nya masih labil maka nya bergelombang barupun di lintasi gerobak pengangkut abu batu, beberapakali saya ke lokasi saya belum lihat ada nya pengawas, dalam analisa saya, saya sinyalir hasilnya bakal kurang maksimal, ini saya sinyalir akibat dari perencanaannya yang kurang matang dan minimnya pengawasan, saya gak tau benar atau tidak nya telah di gunakan beskos, yang jelas itu kita lihat masih tampak tanah, kalau teknis nya seperti ini kesannya proyek ini dengan anggaran yang dipaksakan, lebar tiga meter dengan bobot kendaraan lintas yang cukup berat kata warga, saya tidak yakin hasilnya akan awet, bisa bisa cuma menghambur hamburkan anggaran”terang Fahrur Roži.

Untuk diketahui, Proyek Paving Blok dengan nilai anggaran Rp.189.040.000,_ dari APBD Provinsi Banten ini dikerjakan oleh CV.Lebak Baru bernomor SPK : 600/SPK.837.PDPP/BRMH/PERKIM/2021 ditargetkan rampung selama 25 Hari Kalender. (Sunar/Misri/Tis)