Dinas Pangan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan Antisipasi Wabah PMK Masuk Ke Kota Langsa

770

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Ditemukan kasus penyakit mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di kabupaten Aceh Tamiang dalam beberapa hari ini mendorong Dinas Pertanian dan Pangan, kelautan dan peternakan Kota Langsa melakukan antisipasi melakukan pengawasan di dalam Gampong-Gampong yang ada dalam wilayah pemerintah kota langsa

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan Perikanan Kota Langsa, Banta Ahmad, S,ST.Pi menyampaikan kepada media ini sampai saat ini ada 86 ekor ternak ditemukan indikasi PMK yang di laporkan peternak kepada kami yaitu warga dari Gampong Asam Peutek dan Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama dan Gampong Geudubang, Kecamatan Langsa Baro.

Kami sedang menunggu tim dari Balai Venteriner Medan dari Medan untuk di ambil sampel dan di uji lab apakah positif PMK atau tidak.

“Terkait hal ini, kami menghimbau warga tidak panik Walau indikasi PMK ditemukan di Kota Langsa,”kata Banta Ahmad, di ruang kerjanya, Rabu (11/5/2022).

Ada pun sejumlah langkah antisipasi masuknya penyakit yang menyerang ternak ruminansia (hewan pemamah biak) yakni pengetatan pengawasan dan deteksi dini hewan ternak di Gampong-Gampong dalam Kota Langsa, serta ternak milik warga.

“Langkah antisipatif sebagai upaya kewaspadaan dan kesiapsiagaan telah kita lakukan sejak beberapa hari lalu,” imbuh Banta.

Menurut Banta Ahmad, tim kita telah turun setiap hari ke Gampong-Gampong (Desa). Untuk menjalankan langkah antisipasi masuk penyakit PMK ini ke Kota Langsa.

PMK adalah penyakit yang disebabkan Foot and Mouth Disease Virus (FMDV). Penyakit ini adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100%.

“Namun penyakit ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan saja,” jelas Banta Ahmad.

Untuk tidak meresahkan peternak sapi di Kota Langsa nanti peternak akan diberikan edukasi tentang tanda atau gejala klinis penyakit PMK. Yakni demam tinggi (39-41 derajat celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan di rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka di kaki dan lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis, dan kurus.

“Kami lakukan pemeriksaan, jika ada ternak yang sakit (meski tidak mengarah ke PMK) akan diberikan vitamin dan mineral untuk meningkatkan status kesehatannya,” ujar Banta Ahmad.

“Banta menambahkan jika ditemukan ternak dengan gejala seperti ini agar dipisahkan dengan yang lain. Tetap di kandang dan segera laporkan kepada petugas agar segera ditangani.”

“Untuk mencegah penularan PMK, warga juga diimbau untuk tidak memasukkan ternak baru ke dalam kandang tempat ternak terjangkit virus. “Pisahkan dahulu beberapa waktu, jika memang tidak ada gejala mengarah ke PMK baru boleh dicampur dengan yang lain,”tukas Banta. (AA)

Artikulli paraprakPolres Aceh Timur Kawal Penutupan Sumur Minyak Tradisional Di Ranto Peureulak
Artikulli tjetërPolri Gagalkan Ekspor Delapan Kontainer Minyak Goreng Tujuan Timor Leste