Diduga Ada Oknum yang Mengambil keuntungan dalam Perekrutan PPS Di Palas

260

PADANG LAWAS (Sumut) ketikberita.com | Beredar kabar hangat yang menjadi perhatian cukup serius di kalangan ramai Masyarakat Kabupaten Padang Lawas terkait dugaan adanya sejumlah uang yang diterima oleh salah satu oknum dalam perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pilkada 2024 di Kabupaten Palas.

Kemudian awak media ini melakukan kroscek terkait isue yang berkembang hangat di masyarakat lalu berkunjung ke Kantor KPU Kabupaten Palas tetapi keadaan kantor terlihat sepi.

Tidak hanya sampai disitu perjuangan kuli tinta ini ,kemudian salah satu team media menghubungi ketua KPU Indra Alamsyah melalui Hp terkait dugaan tersebut lalu di bls ketua kpu bahwa posisi beliau sedang di hotel Syamsiah.

Sesampai nya team media di hotel Syamsiah berjumpa dengan Ketua KPU Indra Alamsyah kemudian team menanyakan langsung kebenaran terkait dugaan adanya pengutipan sejumlah uang dalam perekrutan PPS di kabupaten Palas untuk pilkada 2024 langsung di jawab ketua Kpu Indra, ” itu tidak benar tolong dibuktikan kalau memang ada buktinya”, ucap Indra kepada awak media di hotel Syamsiah.

Selanjutnya team media ini berkordinasi dengan Hj. Ningtiasih komisioner HPPH Bawaslu Kabupaten Palas terkait adanya dugaan pungli tersebut beliau mengatakan, “Terkait isu pungli perekrutan PPS Pihak dari Bawaslu Palas sejauh ini belum ada menerima laporan secara tertulis dari pihak manapun dan belum ada temuan terkait itu jika ada dari masyarakat menemukan bukti bukti terkait pungli tersebut silahkan dilaporkan ke Bawaslu Palas atau jajaran dibawahnya. kita akan tindak lanjuti laporan tersebut sesuai aturan perundang undangan yang berlaku”, ungkap Ningsih.

Lanjut Hj. Ningtiasih komisioner HPPH Bawaslu Kabupaten Palas,”Untuk laporan ke Bawaslu minimal 2 alat bukti boleh dalam bentuk foto,video atau bukti percakapan WhatsApp dan saksi atau bukti lainnya”,ungkapnya kepada media.

Ruly Harahap Kabiro Harian Reportase Palas mengatakan kepada media ,”ayoo kita Bongkar Kawan kasihan masyarakat yang lemah ekonominya tidak bisa berpartisipasi ikut dalam penyelenggaraan pilkada 2024″, ucapnya kepada media ini. (Rh)

Artikulli paraprakWujud Kepedulian Antar Umat Beragama, Pemkab Nias Menyerahkan Binatang Qurban Kepada BKM Gido dan Sogaeadu
Artikulli tjetërPj. Bupati Aceh Singkil Bantah Terhadap Isu dirinya Mengintimidasi Oknum Wartawan