Cuaca Buruk Secara Terus Menerus Dampaknya Sangat Dirasakan Oleh Masyarakat Aceh Singkil

77

ACEH SINGKIL ketikberita.com | Cuaca buruk yang melanda Aceh Singkil sudah tiga hari dalam secara bulan ini terus menerus membuat warga Aceh Singkil resah dan mengeluh, Kamis (19/8/2022).

Adi Warga Singkil mengatakan dalam tiga hari ini seharian hujan lebat. dan saya resah tidak dapat bekerja apalagi profesi saya kerja bangunan. Saya khawatir tidak bisa menafkahi keluarga saya lantaran sering hujan. karena sering libur kerja dikarenakan hujan.

Masyarakat Singkil lainnya Samsul yang berprofesi sebagai nelayan ia mengatakan selama cuaca buruk ini saya gagal melaut sedih rasanya karena tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga biasanya kalau cuaca bagus pendapatan saya dalam satu hari menjual ikan berkisar 50 ribu sampai 100 ribu perhari lantaran seharian hujan pendapatan pendapatan saya menurun. Apalagi hanya ini pekerjaan yang saya geluti dari dulu.

Akibat cuaca buruk ini berdampak juga dengan penjual ikan asin yang tidak disebutkan namanya ia mengatakan kalau cuaca panas kami bisa menjemur ikan dengan banyak dari pagi hingga siang hari. akan tetapi, cuaca sering hujan terpaksa kami tidak menjemur ikan dampak dari hujan ini pendapatan kami menjadi menurun. Terangnya

Hal senada juga disampaikan Mijah warga Singkil lainnya mengatakan saya takut dan khawatir akibat sering turunnya hujan dapat memicu timbulnya banjir, kalau sudah banjir masyarakat sekitar jadi terhambat melakukan pekerjaan sehari – hari, selain itu, cuaca buruk ini juga dapat menggangu kesehatan lantaran seharian hujan. Ia juga mengatakan karena hujan ini juga saya tidak dapat menjemur pakaian karena hujan melulu.

Warga Singkil lainnya, Khatijah seorang penjual gorengan mengatakan akibat cuaca buruk ini sepi pembeli karena masyarakat sekitar tidak dapat bekerja dikarenakan hujan hal ini sangat berdampak kepada saya dan pedagang lainnya. Saya berharap mudah – mudahan cuaca buruk ini segera berakhir agar masyarakat kembali lagi beraktivitas dalam mencari nafkah. Ucapnya.

Kemudian, Koy yang berprofesi penjual sate keliling langkahnya jadi terhambat untuk berjualan sate keliling lantaran sering hujan, biasanya saya berjualan keliling dari Desa Suka Damai hingga ke Pulo Sarok Pusat Ibukota Kabupaten. Tapi karena hujan ditunda dulu untuk berjualan sampai cuaca betul – betul membaik kembali. Imbuhnya. (R84)