Ciujung Institute : Kami Dukung Normalisasi, Tapi Kami Tolak Sodetan (intake-red) Ciujung Lama

304

SERANG (Banten) ketikberita.com | Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Sumber Daya Air (SDA) – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, dan Cidurian (BBWSC3) tahun ini melaksanakan Pembangunan Long Storage Penyediaan Air Baku Layanan Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara Kabupaten Serang Tahap II dengan nilai pekerjaan 11,7 milyar, dengan PT. Linggar Bhakti Teknika sebagai pelaksannya.

Dalam pekerjaan long storage, ada pekerjaan pembuatan sodetan (intake-red) yang menghubungkan Ciujung Lama (kali asin-red) dengan Ciujung Baru.

Menyikapi adanya item pekerjaan pembuata sodetan (intake-red) itu, Senin 29/03/2021 sekitar pukul 11 siang, ratusan massa yang tergabung dalam beberapa organisasi di wilayah Serang Utara, lakukan aksi penolakan, titik aksi dilakukan persis di lokasi sodetan (intake-red) yang akan di bangun, yaitu di Desa Pegandikan Kecamatan Pontang Kabupaten Serang.

Dalam orasinya, Rasyid Ridho aktivis Ciujung Institute mengatakan,”Kami merasa sedih dan keberatan kalau sodetan (intake-red) diteruskan ke sungai Ciujung lama, jangan sampai kemudian pihak-pihak tertentu terlibat dalam pembangunan sodetan ini”.

“Ingat, ada lebih kurang 75,500 masyarakat yang tinggal di 14 Desa dari mulai Desa Puser sampai Desa Domas yang nantinya akan terdampak,”serunya.

Lanjut Ridho,”Kalau misalnya sodetan ini diperuntukkan, kemudian dikelola oleh PDAM, pertanyaan yang paling umum dan mendasar adalah kenapa PDAM tidak membangun dan mengelola kualitas sungai Ciujung sejak dulu,”tanyanya.

“Kami dukung normalisasi, tapi kami tolak sodetan Ciujung Lama, “kata Ridho.

Pada sesi orasi yang kedua, Muhit dari Forum Lembaga Desa mengingatkan bahwa nomalisasi sungai Ciujung lama adalah impian masyarakat Serang Utara.

“Normalisasi adalah impian masyarakat Serang Utara, normalisasi adalah harapan semua warga, normalisasi adalah impian semua petani dan anak-anaknya,”ujarnya penuh semangat.

“Jangan sampai mimpi anak-anak petani kita hilang direnggut oleh ganasnya limbah Ciujung baru,kalau kita mengamini adanya sodetan maka Ciujung lama (kali asin-red) akan terancam keperawanannya,”ujar sosok aktivis muda dari Serang Utara ini.

Pada akhir orasinya, Muhit katakan,”Impian kita sederhana, bagaimana kita bebas dari limbah”.

Pantauan media, pada kesempatan orasi hari ini selain dari Gamsut,Forum Lembaga Desa, Ciujung Institute, Satgas TTKDH, tampak juga hadir rekan-rekan dari Dewan Aktivis Serang Utara (D’Aksara) diantaranya : LSM Geram Banten, LMPI MAC Tirtayasa,dan
PP MPAC Pontang.

Acara berjalan kondusif, tetap mengedepankan prokes covid 19,disamping itu juga mendapat pengawalan dari unsur muspika Tirtayasa. (red)