Buruh Duduki Kantor DPRK Aceh Tamiang

328

ACEH TAMIANG ketikberita.com | Sejumlah Buruh Harian Lepas PT. Seumadam Aceh Tamiang berdemo di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, bahkan diketahui sempat bermalam di gedung rakyat tersebut pada, Jum’at (7/9/2018)

Menurut Ariyadi, SE selaku Sekretaris PC. FSPPP – SPSI Aceh Tamiang, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas para buruh dalam menyelesaikan pelanggaran dan kejahatan tanaga kerja yang dilakukan PT. Seumadam.

“Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi orasi di Kantor Bupati Aceh Tamiang, pada 27 Agustus 2017 lalu, dimana protes para buruh Perusahaan Perkebunan PT. Seumadam dinilai tidak arif dan bijaksana dalam menyelesaikan persolan perburuhan,” kata Ariyadi saat dijumpai disela-sela pertemuan dengan Pimpinan Kolektif DPRK Aceh Tamiang.

Ariyadi, SE menambahkan, Pertemuan para buruh tersebut, diterima langsung Pimpinan Kolektif dan Komisi D DPRK Aceh Tamiang. Dalam pertemuang itu para buruh menympaikan tujuh tuntutan kepada para wakil rakyat, satu diantaranya adalah.

Tangungan anak tiga orang sesuai PKB BKS-PPS, namun perusahan PT Seumadam hanya memberi tanggungan dua anak, disamping itu perusahan juga telah Penghapusan Tenaga Kerja Kontrak, yang diatur UU Tenaga Kerja No. 3 tahun 2013 dan Kepmen Nakertrans No. 100 tahun 2004.

“Yang jelas saya menilai Pihak PT Seumadam telah banyak melakukan pelanggran terkait masalah tenaga kerja, baik itu masalah Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Pembayaran Rapel UMP 2015 yang belum dibayar sampai saat ini,” kata Sekertaris PC. FSPPP – SPSI Aceh Tamiang.

Dan banyak lagi persoalan lain yang langgar, baik itu memperkerjakan kembali Ketua PUK SPPP-SPSI PT. Seumadam yang di PHK olehnya. Dimana saudara Asri Mansyur sebagai Ketua mendapat intervensi dan intimidasi dari Perusahan tersebut.

Dan kami juga, mendesak Bupati Aceh Tamiang agar dapat menyelsaikan persoalan ini, dan kami akan terus mendorong bupati dapat menyelasaikan persoalan pelanggaran atau kejahatan terhadap buruh yang ada di Bumi Muda Sedia ini, jelas Ariyadi tegas.(Abs)