BPS: Januari 2020, Lima Kota IHK Sumut Inflasi

254

MEDAN ketikberita.com | Selama Januari 2020, lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara mengalami Inflasi yang bervariatif sehingga gabungan kelimanya membuat Sumut inflasi 0,57 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Senin (3/2/2020). Saat itu, Syech didampingi stafnya Kabid Statistik Distribusi Dinar Butarbutar, Kabid Statistik Produksi Dwi Prawoto dan Kabid Statistik Sosial Mukhamad Mukhanif.

Suhaimi menjelaskan mulai Januari 2020, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2018=100. Ada beberapa perubahan dalam penghitungan IHK khususnya dari sisi cakupan, klasifikasi pengelompokan komoditas, metodologi penghitungan IHK, paket komoditas dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2018 yang dilaksanakan oleh BPS sebagai salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2018 mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi di Indonesia.

SBH 2018 dilaksanakan di 90 kota yang terdiri dari 34 ibukota provinsi dan 56 kabupaten/kota. Dari 90 kota tersebut, 82 kota merupakan cakupan kota SBH 2012 dan 8 kota merupakan kota baru, termasuk 1 kota IHK baru di Sumut yakni Kota Gunung Sitoli. Survei ini dilaksanakan di daerah perkotaan dengan total sampel rumah tangga sebanyak 141.600 rumah tangga.

Paket komoditas hasil SBH 2018 berjumlah 835 komoditas, terbanyak 473 barang dan jasa serta kota dengan jumlah paket komoditas sedikit sebanyak 248 komoditas adalah Sintang yang merupakan kota baru. Jumlah paket komoditas komponen inti (core inflation) sebanyak 711 komoditas, komponen harganya diatur pemerintah (administered princes) sebanyak 23 komoditas dan komponen harga yang bergejolak (volatile foods) sebanyak 101 komoditas.

Untuk lima kota IHK di Sumut, Suhaimi menjelaskan pada Januari 2020 seluruhnya inflasi yakni Sibolga 0,20 persen, Pematangsiantar 0,62 persen, Medan 0,58 persen, Padangsidempuan 0,32 persen dan Gunung Sitoli 1,31 persen. “Gabungan lima kota IHK itu menyebabkan Sumut inflasi 0,57 persen,” katanya.

Sedangkan inflasi nasional pada Januari 2020 sebesar 0,39 persen, tahun kalender juga 0,39 persen dan yoy 2,68 persen.

Menurut Suhaimi, inflasi Sumut pada Januari 2020 ini masih terkendali di bawah 1 persen sama seperti Januari 2019 sebesar 0,20 persen.

Inflasi di Medan pada Januari 2020-sebesar 0,58 persen, katanya, terjadi peningkatan IHK 102,35 pada Desember 2019 menjadi 102,95 pada Januari 2020. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,99 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,28 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,36 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,17 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi yaitu pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen dan kelompok transportasi sebesar 1,13 persen. Sementara kelompok kesehatan, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas utama penyumbang inflasi selama Januari 2020 di Medan antara lain minta goreng, rokok putih, bawang merah, cabai merah, biaya keamanan, cabai rawit dan rokok kretek.

Dari 90 kota IHK di Indonesia, tambah Suhaimi, inflasi tertinggi di Meulaboh 1,44 persen dan terendah Gorontalo 0,03 persen. Deflasi tertinggi Bau-bau -1,39 persen dan terendah Kudus -0,0 1 persen.

Sedangkan dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, seluruhnya tercatat inflasi, katanya tertinggi di Meulaboh 1,44 persen dengan IHK 106,20 dan terendah di Lhokseumawe 0,08 persen dengan IHK 103,04.(er)